Kepala BPOM Taruna Ikrar mendorong PT Amerta Indah Otsuka (PT AIO) terus memperkuat keamanan, mutu, dan inovasi produk sebagai fondasi untuk memperluas daya saing pangan Indonesia di pasar global. Pesan tersebut disampaikan saat kunjungan BPOM ke fasilitas produksi PT AIO di Pasuruan, Kamis (9/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPOM meninjau langsung penerapan sistem keamanan pangan dan penjaminan mutu di fasilitas produksi PT AIO. Taruna Ikrar diajak mengunjungi galeri dan sarana produksi beberapa produk. Berdasarkan hasil pemantauan, fasilitas tersebut telah menunjukkan pemenuhan terhadap ketentuan keamanan, mutu, dan pelabelan pangan, serta menerapkan Program Manajemen Risiko dengan baik.
Kepala BPOM menekankan pentingnya sinergi untuk menghadapi tantangan industri pangan. Hal tersebut dituangkan dalam arahannya yang juga disampaikan di hadapan President Director PT Amerta Indah Otsuka Makoto Ikemoto, Vice President Director Miftachul Djauhari, Director Corporate Affairs Tri Junanto, Presiden Komisaris Roy Sparringa, dan jajaran manajemen PT AIO.
Menurut Taruna Ikrar, perkembangan teknologi, digitalisasi, perubahan preferensi konsumen, hingga meningkatnya tuntutan pasar global menjadi tantangan yang harus dihadapi industri pangan. Karena itu, sinergi antara regulator dan pelaku usaha menjadi kunci agar produk Indonesia tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.
“Tantangan industri pangan ke depan akan makin kompleks, baik itu perkembangan teknologi, digitalisasi, perubahan preferensi konsumen, maupun tuntutan pasar global,” tutur Taruna Ikrar. “Kondisi ini menuntut adanya sinergi antara BPOM dan pelaku usaha, agar produk Indonesia memenuhi standar nasional serta mampu bersaing di pasar internasional,” lanjutnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap daya saing industri nasional, BPOM memfasilitasi ekspor melalui penerbitan Surat Keterangan Ekspor (SKE). Dukungan tersebut telah dimanfaatkan PT AIO yang saat ini mengekspor produknya ke sejumlah negara, antara lain Filipina, Vietnam, Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan India.
Taruna Ikrar mengatakan masyarakat luas perlu mendapatkan manfaat dari PT AIO. “Kita berharap Program Manajemen Risiko-nya berjalan baik. Kapasitas dan kualitas produknya terjaga. Sehingga produknya dinikmati dan disayangi masyarakat,” ujar Kepala BPOM.
Dalam kesempatan ini, President Director PT AIO Makoto Ikemoto menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada jajaran BPOM. “Kami selalu membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari BPOM. Tolong terus dukung kami agar dapat berkontribusi pada kesehatan masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Ungkapan terima kasih juga disampaikan Roy Sparringa. Menurutnya, BPOM kini makin terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. “Networking BPOM makin luas. BPOM membuka tangan untuk bertemu dan bersinergi dengan banyak pihak. Kami berterima kasih untuk itu,” ujarnya.
Selain meninjau sarana produksi PT AIO, Taruna Ikrar juga berkesempatan melakukan penanaman pohon di lingkungan pabrik PT AIO, yang merepresentasikan upaya BPOM bersama pelaku usaha dalam menjamin ketersediaan produk pangan yang aman dan bermutu bagi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Turut hadir dalam kunjungan ini dan ikut mendampingi prosesi penanaman pohon oleh Kepala BPOM, antara lain Sekretaris Utama Jayadi, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan (Deputi 3) Elin Herlina, serta Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (Deputi 2) Mohamad Kashuri.
Kepala BPOM mengajak PT AIO terus mengembangkan pasar ekspor dan jaga keberlanjutannya. Ia menegaskan BPOM akan terus mendampingi industri, tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga mitra strategis melalui penerapan regulasi berbasis sains (science-based regulation), pendekatan berbasis risiko, dan digitalisasi pengawasan guna menciptakan iklim usaha yang kondusif, transparan, dan adaptif.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






