BerandaPemdaCegah KLB Malaria, Pemkab Bangka Sosialisasikan Minum Obat Malaria Massal di Belinyu

Cegah KLB Malaria, Pemkab Bangka Sosialisasikan Minum Obat Malaria Massal di Belinyu

Kegiatan advokasi dan sosialisasi program pencegahan malaria pada MMP/Paket Malaria Hutan di Kecamatan Belinyu resmi di buka oleh Wakil Bupati Bangka Syahbudin, Jumat (17/7/2026) bertempat di Ruang Pertemuan City Resort Belinyu.

Perlu diketahui bahwa Bupati Bangka telah menetapkan penyakit malaria yang berada di Kabupaten Bangka sudah termasuk dalam satus Kejadian Luar Biasa (KLB) dikarenakan pada awal april tahun 2026 hingga saat ini terjadi kasus malaria secara signifikan dengan kasus positif di Kabupaten Bangka sampai dengan tanggal 14 juli 2026 sebanyak 147 kasus malaria.

- Advertisement -

Wakil Bupati Bangka dalam hal ini menerangkan bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam dalam membantu dalam penanggulangan KLB malaria di Kabupaten Bangka, yaitu dengan memberikan rekomendasi minum obat malaria masal yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Tujuan dari minum obat malaria masal (momal) adalah untuk menurunkan kasus malaria yang terjadi dan memutuskan rantai penularan serta memberikan perlindungan dari penyakit malaria. Untuk itu saya meminta kepada Camat Belinyu, Lurah, Kepala Desa di Kecamatan Belinyu untuk memastikan kegiatan momal ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan standart yang telah ditetapkan,” terang Syahbudin.

Melansir data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka wilayah yang lokus KLB Kasus malaria banyak berada di Kecamatan Belinyu dengan sebaran 139 kasus di wilayah kerja di Puskesmas Belinyu, 2 kasus di wilayah kerja PKM Gunung Muda, 4 kasus di wilayah kerja PKM Riau Silip, 1 kasus di wilayah kerja PKM Pemali dan 1 kasus di wilayah kerja PKM Sinar Baru.

Sementara itu Ketua Tim Kerja Malaria dari Kemenkes RI dr. Fajar Surya M. Silalahi menuturkan bahwa kita dari Kemenkes RI mendukung upaya penyelesaian KLB kasus Malaria yang terjadi di Kabupaten Bangka bersama lintas sektor lainnya.

“Ini menunjukkan sinyal ada harapan bahwa, adanya sinergi satu sama lain dalam upaya penanggulangan KLB kasus malaria, dan kami punya harapan ini akan berhasil karena komitmen yang sangat kuat. Apabila ini berhasil maka status KLB di Kabupaten Bangka bisa di cabut oleh bupati,” tutur dr. Fajar Surya.

“Kalau penanggulangan KLB malaria di bangka ini berhasil akan menjadi base practice untuk nasional, base practice artinya bisa sebagai landasan kebijakan Kemenkes RI untuk membuat pedoman penanggulangan KLB yang di daerah eliminasi akan kita terapkan di wilayah lain,” kata dr. Fajar Surya.

Acara ini dihadiri oleh tim komisi ahli malaria, Ka. Dinkes Provinsi Babel, Ka. BKK kelas 2 Pangkalpinang, Ka. Kemenag, Koramil, Camat Belinyu, Polsek Belinyu dan para undangan lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM