Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, melakukan kunjungan kerja langsung ke tiga desa yang selama ini berstatus terisolir dan tertinggal di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, yakni Desa Gerunggung, Muara Soke (Tanjung Soke), dan Deraya.(5/7)
Kunjungan lapangan yang ditempuh melalui jalur darat ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah, sekaligus menyerap aspirasi serta kebutuhan mendasar masyarakat setempat.
Desa Gerunggung, Tanjung Soke, dan Deraya merupakan tiga desa terakhir di Kalimantan Timur yang saat ini masih menyandang status desa tertinggal akibat buruknya aksesibilitas.
Dalam kunjungannya, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen penuh untuk mengentaskan isolasi wilayah di pedalaman Kaltim. Menurutnya, seluruh warga di wilayah pedalaman memiliki hak yang sama untuk menikmati infrastruktur yang layak seperti daerah lainnya.
“Kita ingin memastikan tidak ada lagi desa di Kalimantan Timur yang menyandang status tertinggal. Kunci utamanya adalah keterbukaan akses jalan. Jika infrastruktur jalannya mulus, indeks desa membangun (IDM) akan otomatis naik, perekonomian warga berputar, dan status desa akan meningkat menjadi desa berkembang atau maju,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud di sela-sela peninjauan lapangan.
Gerunggung – Tanjung Soke ± 5 Kilometer Tanjung Soke – Deraya ± 10 Kilometer Deraya – Lemper/Gerunggung ± 10 Kilometer
Total terdapat sekitar 25 kilometer jalan poros antardesa yang kondisinya masih berupa tanah, berbatu, dan kerap berlumpur parah saat musim hujan. Kondisi ini membuat mobilitas warga tersendat dan harga barang kebutuhan pokok melonjak tinggi.
Gubernur Rudy Mas’ud telah menginstruksikan jajaran dinas terkait, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim, untuk segera menyusun langkah taktis integrasi anggaran agar perbaikan jalan poros ini bisa dikebut.
Selain masalah akses jalan, dalam dialog singkat bersama tokoh masyarakat dan warga di tiga desa tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud juga mencatat beberapa kebutuhan primer yang mendesak, di antaranya, Fasilitas Kesehatan Kebutuhan layanan medis terdekat yang memadai.
Pemprov Kaltim saat ini juga tengah menginisiasi pembangunan RSUD Tipe B di Kecamatan Bongan untuk meng-cover wilayah pedalaman), Konektivitas Digital dan Listrik Penguatan jaringan telekomunikasi dan stabilitas pasokan listrik desa.
Pemberdayaan Ekonomi Dukungan terhadap sektor pertanian dan perkebunan lokal agar hasil bumi warga dapat dipasarkan ke luar wilayah dengan mudah setelah jalan diperbaiki.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan proyek konektivitas dan perbaikan jalan di poros strategis Kecamatan Bongan ini masuk dalam prioritas pembangunan berkala demi menunjang Kaltim sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






