BerandaPemerintahHadapi El Nino, Kemenhut Tingkatkan Kolaborasi Pengendalian Karhutla Bersama Polri

Hadapi El Nino, Kemenhut Tingkatkan Kolaborasi Pengendalian Karhutla Bersama Polri

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi ancaman puncak kemarau dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanganan Karhutla yang dipimpin Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Dedi Prasetyo, didampingi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri), Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran, dan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol. Wahyu Widada, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7). Rapat dihadiri pejabat utama Mabes Polri, seluruh Kapolda, Wakapolda, hingga Kapolres seluruh Indonesia, khususnya dari wilayah rawan Karhutla secara virtual. Selain Wamenhut, turut hadir dan memberikan paparan dari Kementerian/Lembaga terkait, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, dan Basarnas.

Dalam paparannya, Wamenhut Rohmat Marzuki mengapresiasi sinergi kuat antar-lembaga yang berhasil menekan angka Karhutla dalam dua siklus El Nino terakhir. Luas Karhutla yang mencapai 2,61 juta hektare pada El Nino 2015 berhasil ditekan menjadi 1,64 juta hektare (2019), dan terus diturunkan menjadi 1,16 juta hektare pada El Nino 2023.

- Advertisement -

Namun, Wamenhut Rohmat Marzuki memberikan peringatan dini (early warning) terkait analisis BMKG yang memprediksi kemarau dan El Nino tahun 2026 akan datang lebih awal, berlangsung lebih lama, serta lebih kering, sebagai awal dari siklus El Nino 4 tahunan yang berpotensi berlanjut hingga 2027.

Selain itu, Wamenhut yang pada kesempatan tersebut didampingi oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Lukita Awang, menggarisbawahi bahwa pencegahan harus tetap menjadi prioritas utama, karena setiap hektare hutan dan lahan yang berhasil diselamatkan jauh lebih bernilai dibandingkan upaya pemadaman, apalagi setelah api membesar.

“Mari kita terus menjaga semangat kolaborasi yang terbukti telah berhasil. Kita hadapi El Nino 2026-2027 dengan satu komando, satu tujuan, dan satu semangat melindungi hutan, masyarakat, serta masa depan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa Rakor ini merupakan bentuk komitmen Polri bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan dalam Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan pada 28 Juli 2026 terkait antisipasi fenomena El Nino, cuaca ekstrem, serta Karhutla.

Arahan Bapak Presiden menjadi pedoman bagi Polri untuk memperkuat mitigasi sejak dini. Seluruh jajaran telah bergerak melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah mencegah kebakaran sebelum meluas sekaligus mengurangi dampak El Nino terhadap masyarakat.

Polri juga akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap kebijakan yang telah diarahkan Presiden dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan, mulai dari pencegahan, penanganan saat terjadi kebakaran, penegakan hukum, hingga pemulihan pascabencana.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM