BerandaPemerintahMaruarar Sirait: KUR Perumahan Jadi Terobosan Baru Perkuat Ekonomi Rakyat

Maruarar Sirait: KUR Perumahan Jadi Terobosan Baru Perkuat Ekonomi Rakyat

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri Sosialisasi KUR Perumahan dalam rangka Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kementerian PKP–BP Tapera–BRI di Bale Rame, Summarecon Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/7). Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem perumahan melalui sinergi pemerintah, perbankan, dan para pelaku usaha.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri PKP didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, Executive Director Summarecon Bandung Hindarko Hasan, Ketua Umum DPP Himperra Ari Triyono, serta jajaran Kementerian PKP. Turut hadir perwakilan Kepolisian Resor Kota Bandung dan Kejaksaan Negeri Kota Bandung.

- Advertisement -

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan KUR Perumahan merupakan terobosan pemerintah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung sektor perumahan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Program KUR Perumahan yang pertama kali ada di Indonesia ini terbukti tepat sasaran dan sangat diminati masyarakat,” ujar Maruarar.

Ia menjelaskan, pemerintah telah meningkatkan plafon KUR Perumahan dari Rp34 triliun menjadi Rp50 triliun guna memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha di sektor perumahan. Menurutnya, KUR Perumahan tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan maupun renovasi rumah, tetapi juga bagi kontraktor kecil, pengembang, dan toko bangunan agar mampu memperkuat ekosistem perumahan nasional.

Menteri PKP juga mengapresiasi dukungan Kementerian Dalam Negeri yang telah mendorong berbagai kebijakan pro-rakyat, seperti pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, seluruh kebijakan dan penyaluran bantuan perumahan terus mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) agar tepat sasaran.

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menyampaikan bahwa hingga 15 Juli 2026, BRI telah menyalurkan KUR Perumahan sekitar Rp408 miliar kepada lebih dari 2.100 debitur di wilayah Bandung dan sekitarnya. Secara nasional, penyaluran KUR Perumahan BRI telah mencapai sekitar Rp10,64 triliun dan akan terus diperkuat untuk mendukung target pemerintah.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan pemerintah terus menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah, mulai dari pembebasan BPHTB, PBG gratis, hingga perpanjangan tenor KPR subsidi menjadi 40 tahun sehingga cicilan semakin terjangkau.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa seluruh kebijakan Program 3 Juta Rumah disusun berdasarkan data statistik agar tepat sasaran. Menurutnya, persoalan perumahan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi pemerintah, perbankan, pengembang, dan pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, Kementerian PKP berharap semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha sektor perumahan yang memanfaatkan KUR Perumahan sebagai sumber pembiayaan produktif, sehingga mampu mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi rakyat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM