Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mengajak masyarakat menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan secara positif, persuasif, dan tepat sasaran. Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Komunikasi Publik yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang di Aula Lt. 4 Mini Block Office Balai Kota Malang, Kamis (16/7/2026).
Menurut Wawali Ali, komunikasi publik yang efektif menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan program pemerintah. Selain melalui media resmi, pemerintah juga membutuhkan dukungan masyarakat sebagai jembatan informasi agar berbagai program dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal. “Hari ini kita semua beruntung bisa hadir dalam kegiatan ini. Harapannya, setelah pelatihan ini Bapak dan Ibu menjadi teman kami untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara persuasif,” harapnya.
Ia menjelaskan, tidak seluruh masyarakat Kota Malang aktif mengakses media sosial resmi pemerintah. Kondisi seperti itu berpotensi menimbulkan kesenjangan informasi hingga memunculkan persepsi yang kurang tepat terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Karena itu, peserta pelatihan diharapkan mampu menjadi agen komunikasi di lingkungan masing-masing.
Salah satu contoh yang disampaikan Wawali Ali adalah program beasiswa pendidikan bagi pelajar kurang mampu kategori Desil 1 dan 2. Menurutnya, informasi mengenai program pendidikan harus tersampaikan secara luas agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Jangan sampai kita sudah menyediakan program beasiswa bagi masyarakat Kota Malang, tetapi tidak terpenuhi kuotanya hanya karena kurangnya informasi. Di sinilah pentingnya peran Bapak dan Ibu semua sebagai mitra kolaborator kami di lapangan,” tuturnya.
Wawali Ali menyebutkan bahwa pendekatan komunikasi yang digunakan Pemkot Malang mengedepankan kedekatan dengan masyarakat, salah satunya melalui penggunaan bahasa lokal yang lebih mudah dipahami dan diingat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun komunikasi dua arah yang lebih efektif antara pemerintah dan masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto menyampaikan bahwa pelatihan komunikasi publik ini merupakan usulan yang lahir melalui mekanisme Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Malang.
Dikatakannya, kemampuan berbicara di depan publik tidak hanya berkaitan dengan teknik penyampaian pesan, tetapi juga menyangkut etika dan tanggung jawab dalam berkomunikasi, terutama di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
“Berbicara mengenai public speaking bukan semata-mata kemampuan menata kata dan kalimat, tetapi juga bagaimana kita menata hati dan pikiran. Penting bagi kita untuk mewujudkan public speaking yang baik, berbudaya, dan berkebajikan,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Wiwid tersebut menambahkan, pada tahun anggaran 2026 Diskominfo Kota Malang menyelenggarakan enam jenis pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat, yakni pelatihan MC dan keprotokolan, public speaking, jurnalistik warga, pengelolaan media sosial, desain grafis, serta dasar-dasar fotografi.
Pelatihan komunikasi publik kali ini menghadirkan praktisi komunikasi Rulli Suprayugo sebagai narasumber yang memberikan pembekalan kepada peserta agar mampu mengimplementasikan teknik komunikasi yang efektif dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus mendukung penyebarluasan informasi pembangunan di Kota Malang.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






