Pemerintah Provinsi Riau terus mematangkan rencana penataan kawasan Bundaran Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Kantor Gubernur Riau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengkaji sejumlah alternatif ikon baru yang dinilai mampu memperkuat identitas budaya Melayu sekaligus memperindah wajah ibu kota provinsi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau, Zulfahmi, mengatakan proses kajian dilakukan secara terbuka melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari akademisi, tokoh adat, organisasi profesi hingga konsultan independen.
“Dari hasil diskusi tersebut, ada tiga konsep yang mengemuka, yakni tugu berbentuk tanjak, Tugu Lancang Kuning, dan Tugu Titik Nol Pekanbaru. Seluruhnya merupakan masukan dari berbagai pihak yang kami himpun sebagai bahan pertimbangan,” kata Zulfahmi, Rabu (8/7/2026).
FGD tersebut menghadirkan perwakilan Universitas Riau, Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Lancang Kuning (Unilak), Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Riau, serta konsultan independen.
Menurut Zulfahmi, seluruh masukan yang diterima akan menjadi dasar dalam menyusun konsep penataan kawasan yang lebih representatif serta selaras dengan karakter budaya Melayu Riau.
Selain membahas desain, forum tersebut juga menerima berbagai pandangan mengenai filosofi ikon daerah agar monumen yang nantinya dibangun memiliki nilai historis, budaya, dan edukasi bagi masyarakat.
“Berbagai pandangan kami tampung sebagai bahan kajian. Tujuannya agar ikon yang dibangun benar-benar mencerminkan jati diri Riau,” ujarnya.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan mengenai konsep yang akan dipilih. Seluruh hasil kajian akan disampaikan kepada Gubernur Riau untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
“Nanti seluruh hasil kajian kami laporkan kepada Bapak Gubernur. Keputusan akhirnya tentu akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aspirasi masyarakat,” jelasnya.
Saat ini, Pemprov Riau masih memfokuskan penyusunan desain dan Detail Engineering Design (DED). Apabila seluruh tahapan perencanaan berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik ikon baru direncanakan dapat dimulai pada 2027.
“Tahun ini kami fokus menyelesaikan desain dan DED terlebih dahulu. Setelah itu baru dilanjutkan ke tahap pembangunan fisik sesuai perencanaan,” tutup Zulfahmi.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






