BerandaPemdaRakernas APEKSI 2026: AHY Serukan Gerakan Nasional Ayo Muliakan Sungai untuk Atasi...

Rakernas APEKSI 2026: AHY Serukan Gerakan Nasional Ayo Muliakan Sungai untuk Atasi Krisis Lingkungan

Di tengah berbagai tantangan pengelolaan perkotaan, mulai dari persoalan sampah, kemacetan, urbanisasi, hingga sanitasi lingkungan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak para wali kota se-Indonesia untuk mulai memberikan perhatian lebih terhadap kelestarian sungai melalui kampanye Gerakan Nasional Ayo Muliakan Sungai.

 

- Advertisement -

Ajakan tersebut disampaikan AHY saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).

 

Menurut AHY, gerakan tersebut menjadi upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai sekaligus melestarikan ekosistem perairan. Kampanye ini diharapkan menjadi gerakan moral yang melibatkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dunia pendidikan, hingga generasi muda.

 

Ajakan tersebut mendapat dukungan dari Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Ia mengamini sebab menurutnya, menjaga sungai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga keberlangsungan hidup masyarakat, khususnya di Kota Bogor.

 

Dedie Rachim mengatakan, Kota Bogor memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan keberadaan sungai. Selain dikenal sebagai kota yang dialiri banyak sungai, dua daerah aliran sungai besar, yakni Ciliwung dan Cisadane, menjadi sumber air baku yang sangat penting bagi masyarakat.

 

“Sungai Ciliwung dan Cisadane menjadi sumber kehidupan. Dari sanalah sebagian besar kebutuhan air baku masyarakat dipenuhi. Karena itu, menjaga sungai sama artinya dengan menjaga masa depan Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim.

 

Ia menambahkan, menjaga sungai tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, edukasi dan kampanye yang berkelanjutan perlu terus dilakukan agar masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah ke sungai, menjaga daerah resapan, serta merawat ekosistem di sepanjang bantaran sungai.

 

Dedie Rachim juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap mendukung Gerakan Nasional Ayo Muliakan Sungai melalui berbagai program pelestarian lingkungan yang telah berjalan maupun yang akan dikembangkan bersama pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan.

 

“Semangat yang disampaikan Pak Menko menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sungai merupakan aset ekologis yang harus dijaga bersama. Kota Bogor siap berkolaborasi agar gerakan ini benar-benar menjadi budaya masyarakat,” tutupnya.

 

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Rudy Mashudi, mengatakan bahwa secara bioregion tata kelola lingkungan sungai di Jabodetabek, Kota Bogor menjadi bagian tengah (middle srteam) area dari Sungai Ciliwung dan Cisadane.

 

Oleh karenanya, penataan kawasan wilayah sempadan sungai dan juga pemantauan terhadap pencemaran sungai menjadi sangat strategis.

 

“Kita ketahui bahwa sumber pencemar sungai tertinggi dari rumah tangga yang langsung membuang air kotor ke badan sungai,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, hal lain yang tak kalah penting adalah terkait kewenangan dan kelembagaan pengelolaan sungai.

 

“Sungai Ciliwung dan Cisadane menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Kementerian PU (BBWSCC). Sementara itu beberapa sungai, seperti Cibalok, Cisadane Empang, Cibagolo dan Cipakancilan menjadi kewenangan provinsi Jawa Barat melalui UPTD PSDA,” ujar Rudy Mashudi.

 

Sementara sungai-sungai kecil dan saluran menjadi kewenangan Pemkot Bogor.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM