Bea Cukai Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalin sinergi lintas instansi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan di bidang cukai. Langkah sinergis tersebut dilakukan melalui sosialisasi bersama mengenai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai yang diselenggarakan selama dua pekan pada bulan Juli 2026.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Semarang, Joko Sartono, mengungkapkan bahwa Bea Cukai Semarang telah melaksanakan lima kali kegiatan sosialisasi atau bimbingan teknis industri tembakau di tempat yang berbeda selama dua pekan.
“Sinergi sosialisasi ini sebagai upaya preventif pemerintah dalam menekan peredaran rokok ilegal dan mendukung industri hasil tembakau, khususnya di wilayah kerja Bea Cukai Semarang,” ujar Joko.
Berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian Pemerintah Kota Semarang, Bea Cukai Semarang menjadi narasumber pada kegiatan Pelatihan Packaging (Pengemasan) bagi Industri Hasil Tembakau yang diselenggarakan di Hotel Horison Nindya pada Selasa (07/07) dan Selasa (14/07).
Kegiatan kolaboratif juga dilaksanakan Bea Cukai Semarang bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang dalam kegiatan sosialisasi bersama yang dilaksanakan pada Rabu (15/07) dan Kamis (16/07).
Selain empat kegiatan tersebut, Bea Cukai Semarang juga melaksanakan sosialisasi di daerah pesisir melalui kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (07/07) di Pantai Indah Kemangi, Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal.
Joko menyampaikan bahwa selain berdampak pada penerimaan negara, pemberantasan rokok ilegal juga bertujuan menjaga stabilitas produsen rokok yang telah memenuhi ketentuan perundang-undangan.
“Dengan terciptanya iklim usaha yang sehat dan persaingan yang adil, diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta keberlangsungan industri hasil tembakau yang legal,” ujar Joko.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memerangi rokok ilegal semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan peredaran rokok ilegal serta menjaga keberlangsungan penerimaan negara untuk mendukung pembangunan nasional.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






