Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54 menjadi momentum bagi Tim Penggerak (TP) PKK DIY untuk meneguhkan komitmennya dalam memperkuat inovasi program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi perempuan, ibu, dan anak. Pun, berbagai program yang selama ini telah dijalankan TP PKK DIY, dinilai memiliki nilai dan spirit yang sama dengan semangat yang diusung dalam peringatan HKG PKK ke-54 kemarin.
Gusti Putri menuturkan, sebelum malam puncak peringatan HKG PKK ke-54 yang dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, digelar kegiatan Jalan Sehat Anti Mager yang diikuti puluhan ribu peserta pada Sabtu (11/07). Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mengajak perempuan untuk aktif bergerak secara fisik, tetapi juga menjadi simbol semangat agar perempuan terus produktif, berdaya, serta mengambil peran dalam keluarga dan masyarakat. Semangat serupa telah diwujudkan TP PKK DIY melalui penyelenggaraan Mbok Mlayu pada 18–19 April 2026 di Alun-Alun Sewandanan, menjadi sarana untuk mengampanyekan pola hidup sehat sekaligus memperkuat kebersamaan dan pemberdayaan perempuan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami sudah memiliki program pokok dan program unggulan. Ke depan, kami akan menghadirkan kegiatan-kegiatan yang lebih inovatif untuk pemberdayaan masyarakat, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak,” tegas Gusti Putri saat ditemui di Pura Pakualaman, Senin (13/07).
Gusti Putri menambahkan, rangkaian HKG PKK ke-54 juga diisi dengan sejumlah seminar yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Dalam forum tersebut, Tim Penggerak PKK dinilai sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Jaringan yang kuat menjadikan TP PKK memiliki jangkauan yang luas dan efektif dalam mengimplementasikan berbagai program pemerintah hingga ke tingkat keluarga.
Sejumlah program prioritas pemerintah yang menjadi fokus utama pembahasan diantaranya penguatan dukungan pemerintah daerah terhadap TP PKK (implementasi sistem reward and punishment), percepatan penanganan penyakit sesuai kondisi di masing-masing daerah, hingga perlindungan perempuan dan anak. Menurut Gusti Putri, berbagai program prioritas tersebut telah diterapkan dan dijalankan dengan baik oleh TP PKK DIY.
“Dan alhamdulillah dari ketiga poin tersebut, di PKK DIY sudah tertangani dengan baik. Untuk penanganan TBC di DIY, kita juga sudah bergerak sejak 2019,“ jelas Gusti Putri.
Peringatan HKG PKK ke-54 tahun ini diselenggarakan bersamaan dengan HUT Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) ke-46. Selain menjadi ajang penguatan peran TP PKK, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan Pameran Gelar Produk UMKM dan kerajinan lokal dari seluruh Indonesia yang merupakan hasil binaan Dekranasda. DIY sendiri mengirimkan delapan pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam pameran tersebut, membuahkan hasil positif dengan capaian penjualan yang cukup tinggi.
“Saya rasa itu bagus sekali karena kita bisa melihat produk-produk dari seluruh Indonesia. Jadi kita tidak hanya melihat produk UMKM dari DIY saja, tetapi juga produk-produk dari daerah lain. Ternyata produk lokal UMKM dari berbagai daerah tidak kalah menarik. Semuanya bagus-bagus dan masing-masing memiliki ciri khas produk lokalnya sendiri. Itu luar biasa,” tambah Gusti Putri.
Pameran tersebut berhasil menampilkan beragam produk kerajinan unggulan dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari batik khas berbagai daerah, kain tenun dari Indonesia Timur, hingga kain songket dari Sumatera. Selain memfasilitasi para pelaku usaha untuk memasarkan produknya, pameran tersebut juga mencatatkan nilai transaksi yang mencapai sekitar Rp5 miliar selama penyelenggaraan berlangsung.
Melihat capaian tersebut, Gusti Putri mengajak Dekranasda, baik di tingkat pusat maupun DIY, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membina dan memberdayakan para pelaku UMKM agar semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat DIY. “Marilah kita bersama-sama membina UMKM yang ada di DIY, biar mereka bersatu padu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih baik dan juga bisa memberdayakan masyarakat,” tutupnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






