BerandaPemerintahBangun Generasi AWESOME, Pendidikan Gizi dan Kebiasaan Sehat Diperkuat di Sekolah

Bangun Generasi AWESOME, Pendidikan Gizi dan Kebiasaan Sehat Diperkuat di Sekolah

Kebiasaan baik tentang pangan tidak tumbuh hanya dari pengetahuan, tetapi dari pembiasaan yang dilakukan secara konsisten sejak anak berada di lingkungan sekolah. Memahami makanan bergizi, mengonsumsinya sesuai kebutuhan, hingga menghargai pangan dengan tidak menyisakannya menjadi bagian dari pendidikan yang dapat membentuk generasi sehat sekaligus bijak terhadap pangan.

Semangat tersebut menjadi titik temu dalam berbagai upaya edukasi gizi berbasis sekolah, termasuk pengalaman kolaborasi Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) melalui Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi untuk Siswa (GENIUS) pada 2023–2024.

- Advertisement -

Dalam pelaksanaan GENIUS, pemenuhan gizi anak berjalan bersama edukasi mengenai pangan dan gizi serta gerakan Stop Boros Pangan. Anak-anak tidak hanya diajak mengenal makanan yang baik bagi tubuh, tetapi juga dibiasakan untuk mengambil dan mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan serta menghabiskan makanan yang telah diberikan.

Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis mengatakan, kolaborasi dengan SEAMEO RECFON telah dilakukan sejak tahap persiapan pelaksanaan GENIUS. Pengalaman tersebut memperkuat pentingnya pendekatan yang memadukan edukasi dengan pembentukan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari anak.

“Melalui GENIUS, kami melihat bahwa edukasi pangan dan gizi dapat berjalan bersama dengan pembiasaan yang sederhana, termasuk mengajak anak menghabiskan makanan yang diberikan. Karena itu, pesan Stop Boros Pangan menjadi bagian dari edukasi agar anak tidak hanya mengetahui makanan yang baik bagi tubuh, tetapi juga belajar menghargai pangan,” ujar Nita saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Menurut Nita, pembiasaan sejak usia sekolah menjadi langkah penting untuk membangun perilaku pangan yang baik. Anak dapat mengenal manfaat makanan bergizi sekaligus memahami bahwa setiap pangan yang tersedia memiliki nilai dan perlu dikonsumsi secara bijak.

Pengalaman tersebut menemukan relevansinya dengan perjalanan Nutrition Goes to School (NGTS) yang dikembangkan SEAMEO RECFON. Selama satu dekade, NGTS mendorong penguatan gizi melalui pendekatan berbasis sekolah dengan melibatkan edukasi, lingkungan sekolah, kapasitas pendidik, serta dukungan kepemimpinan dan kebijakan sekolah.

Direktur SEAMEO RECFON Rini Sekartini mengatakan, NGTS memiliki cita-cita membangun Generasi AWESOME, yakni Active, Well Nourish, dan Smart of Me. Untuk mewujudkannya, pendidikan gizi perlu menjadi bagian dari ekosistem sekolah dan didukung oleh berbagai pihak.

“NGTS memiliki cita-cita membangun Generasi AWESOME, yaitu Active, Well Nourish, dan Smart of Me. Untuk mewujudkannya, kegiatan tidak cukup hanya dengan memberikan intervensi, tetapi harus diiringi edukasi gizi, lingkungan sekolah yang mendukung, guru dengan kapasitas, sekolah dengan kepemimpinan dan kebijakan. Perubahan ini membutuhkan kerja sama,” kata Rini.

Selama pelaksanaannya, NGTS telah diikuti lebih dari 3.500 pendidik dan kepala sekolah serta memberikan manfaat kepada lebih dari 2.400 sekolah dan madrasah. Sebanyak 279 sekolah dan madrasah telah mendapatkan bimbingan teknis, sedangkan 41 sekolah telah mencapai tahap sekolah NGTS mandiri di 11 kabupaten/kota dengan pendampingan dari 13 mitra.

Penguatan edukasi dan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah juga mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin. Menurutnya, pendidikan gizi akan semakin memberikan manfaat ketika menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari anak.

“Pendidikan gizi dan penyediaan makanan bergizi di sekolah menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup sehat. Hal ini juga sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang mendorong anak untuk berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, belajar secara aktif, berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, serta membangun berbagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, praktik baik yang berkembang melalui NGTS harus dimulai dari lingkungan keluarga yang dapat terus dibagikan dan dikembangkan di lingkungan sekolah, baik antarsekolah di Indonesia maupun di tingkat regional. Pertukaran pengalaman tersebut membuka ruang bagi negara-negara di kawasan untuk saling belajar dan mengembangkan solusi yang sesuai dengan tantangan gizi anak di masing-masing wilayah.

Keterhubungan pengalaman tersebut menunjukkan bahwa edukasi gizi dapat memiliki dampak yang lebih luas ketika diterjemahkan menjadi kebiasaan nyata. Dari mengenal makanan bergizi, memahami kebutuhan tubuh, hingga menghargai pangan dengan tidak menyia-nyiakannya, anak memperoleh bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat kolaborasi itu turut ditandai dengan pemasangan simbolis tiga pilar NGTS, yakni Active, Well Nourish, dan Smart of Me, oleh Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait dalam perayaan 10 tahun Program Nutrition Goes to School (NGTS) di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Ahad (23/8/2026).

Melalui penguatan edukasi gizi dan pembiasaan positif sejak sekolah, berbagai pihak terus mendorong lahirnya generasi yang aktif, sehat, cerdas, sekaligus memiliki kesadaran untuk menghargai dan menggunakan pangan secara bijak.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM