Kepala BPOM Taruna Ikrar menerima kunjungan dari Chargé d’Affaires (Acting Ambassador) Kedutaan Federasi Rusia untuk Indonesia Veronika Novoseltseva di Gedung Garuda, Rabu (5/8/2026). Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, yaitu Sekretaris Kedua Kedutaan Besar Rusia Ekaterina Kuznetsova, Wakil Perwakilan Perdagangan Rusia Viktor Tolstov, dan Ahli Perdagangan Rusia Timur Efremov.
Kunjungan ini membahas penguatan kerja sama bilateral Indonesia-Rusia di bidang pengawasan obat dan makanan. Implementasi penguatan kerja sama tersebut dilakukan melalui penyusunan memorandum of understanding (MoU) antara BPOM dengan Ministry of Industry and Trade serta Federal Service for Alcohol and Tobacco Market Regulation (Rosalkogoltabakkontrol), Rusia.
“Indonesia dan Rusia telah menjalin hubungan bilateral yang kuat dan konstruktif di berbagai sektor. Kami meyakini bahwa kerja sama antara otoritas pengawas berperan penting dalam menjamin ketersediaan produk kesehatan yang aman, berkhasiat, dan bermutu tinggi, sekaligus mendukung “trade facilitation” dan memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat,” ucap Taruna Ikrar.
Pertemuan ini juga membahas penyusunan kerangka kerja sama bilateral antara Indonesia dan Rusia, terutama mengenai lingkup kerja sama regulatori, inspeksi good manufacturing practices (GMP), pertukaran informasi, capacity building, dan regulatory reliance. Selain itu, kedua pihak membahas peluang partisipasi BPOM dalam berbagai kegiatan internasional yang diselenggarakan Rusia, antara lain Joint GMP Inspection di Moskow dan 3rd International Forum of Pharmaceutical Inspectorates (IFPI), sebagai bagian dari penguatan diplomasi regulatori dan kepemimpinan BPOM di tingkat global.
Acting Ambassador Veronika Novoseltseva menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin antara Indonesia dan Rusia. Ia menyampaikan bahwa Ia telah memiliki pengalaman panjang dalam menjalin hubungan dengan Indonesia, dengan masa penugasan selama hampir 22 tahun dalam 3 periode berbeda, serta memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Indonesia.
“Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia sebelumnya telah membuka peluang kerja sama baru antara kedua negara. Kami melihat Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan serta pasar yang saling melengkapi sehingga kolaborasi di bidang farmasi dan produk kesehatan dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak,” ujar Veronika.
“BPOM mendukung percepatan penyelesaian dan finalisasi MoU antara BPOM dengan Ministry of Industry and Trade serta Rosalkogoltabakkontrol sebagai payung kerja sama di bidang obat, produk biologi, dan pangan olahan. Sebagai salah satu [negara] WHO-Listed Authority (WLA), BPOM senantiasa berkomitmen menerapkan good regulatory practices (GRP) dan pendekatan risk-based inspection untuk menjamin mutu, keamanan, dan efikasi produk kesehatan sesuai standar internasional,” imbuh Taruna Ikrar.
Selain penguatan kerja sama regulatori, kedua pihak juga membahas peluang peningkatan kolaborasi ilmiah dan pengembangan kapasitas. Pihak Rusia mengundang Kepala BPOM untuk hadir sebagai pembicara dalam beberapa forum internasional di bidang farmasi dan regulatori, yaitu 11th Pan-All Russian Good Manufacturing Practice (GMP) Conference di Stavropol, Rusia, serta Second International Conference “Innovative Drugs: From Molecule to Patient” yang diselenggarakan oleh Sechenov University di Moskow, termasuk rangkaian kegiatan peringatan 90 tahun A.P. Nelyubin Institute of Pharmacy, Fakultas Farmasi Sechenov University.
Sejalan dengan penguatan hubungan ekonomi kedua negara, peluang perluasan akses produk Indonesia ke pasar Rusia dan kawasan Eurasia (Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgizstan) juga semakin terbuka melalui Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA). “Kami berharap produk Indonesia, termasuk produk berbahan alam dan produk kesehatan, dapat semakin dikenal oleh masyarakat Rusia dan memasuki pasar Rusia. Peningkatan konektivitas kedua negara, termasuk rencana penerbangan langsung [ke] Moskow dari Bali, diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” ujar Veronika Novoseltseva.
Melalui kemitraan Government-to-Government (G2G) antara Indonesia dan Rusia, BPOM berharap dapat memperkuat diplomasi regulatori, memperluas akses perdagangan produk kesehatan dan pangan olahan ke negara-negara Eurasian Economic Union (EAEU). Diplomasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata melalui implementasi kerja sama yang transparan dan akuntabel.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News





