Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 13 pimpinan pengadilan tingkat banding dari lingkungan peradilan umum, peradilan agama, hingga peradilan militer pada Senin, 03 Agustus 2026 di Ruang Koesoemah Atmadja, Tower MA, Jakarta Pusat.
Dalam amanatnya, Prof. Sunarto menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pimpinan baru bukanlah sekadar kewenangan struktural, melainkan tanggung jawab moral untuk menjadi teladan serta menghadirkan semangat melayani di setiap satuan kerja.
“Jabatan memang dapat membuat seseorang dipatuhi, namun hanya keteladanan yang akan melahirkan kepercayaan. Jabatan dapat menghadirkan penghormatan secara formal, tetapi keteladananlah yang akan menumbuhkan penghormatan yang diberikan secara tulus,” ujar
Prof. Sunarto.
Secara khusus, Ketua MA berpesan bahwa secara esensi pimpinan bukanlah pihak yang menunggu untuk dilayani, melainkan orang pertama yang berkewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada organisasi, aparatur yang dipimpinnya, dan masyarakat pencari keadilan. Ia menganalogikan kepemimpinan pengadilan seperti seorang nakhoda yang mengemudikan kapal di tengah lautan.
“Memimpin sebuah pengadilan ibarat menjadi nahkoda sebuah kapal. Kapal tidak pernah dibuat untuk sekadar bersandar di pelabuhan. Ia akan meninggalkan dermaga, menembus ombak, menghadapi angin, berjumpa badai, dan terus bergerak menuju tujuan yang telah ditetapkan. Demikian pula seorang ketua pengadilan, jabatan ini bukanlah tempat untuk menikmati kenyamanan,” tegasnya.
Prof. Sunarto juga mengingatkan pentingnya memegang teguh lima standar kompetensi utama pimpinan pengadilan sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Ketua MA Nomor 42/KMA/SK/IV/2015. Kelima kompetensi tersebut meliputi kualitas kepribadian, kemampuan teknis hukum, administrasi peradilan, manajerial dan kepemimpinan, serta pemahaman terhadap kode etik dan pedoman perilaku hakim.
Adapun 13 pejabat tingkat banding yang dilantik terdiri dari 11 pimpinan di lingkungan Peradilan Umum, yaitu:
– Dr. Nawawi Pomolango, S.H., M.H. – Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah
– Nursyam, S.H., M.Hum. – Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin
– Dr. Sutio Jumagi Akhirno, S.H., M.Hum. – Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh
– Bambang Hery Mulyono, S.H., M.H. – Ketua Pengadilan Tinggi Medan
– Dr. Ifa Sudewi, S.H., M.Hum. – Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar
– Dr. Marsudin Nainggolan, S.H., M.H. – Ketua Pengadilan Tinggi Jambi
– Dr. Syahlan, S.H., M.H. – Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Utara
– Ahmad Shalihin, S.H., M.H. – Ketua Pengadilan Tinggi Tanjung Karang
– Drs. Arifin, S.H., M.Hum. – Ketua Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau
– Dr. Djaniko M.H. Girsang, S.H., M.Hum. – Ketua Pengadilan Tinggi Bengkulu
– Moh. Muchlis, S.H., M.H. – Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura
Lingkungan Peradilan Agama
– Dr. Mohamad Jumhari, S.H., M.H. – Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kupang
Lingkungan Peradilan Militer
– Mayjen TNI Dr. Esron Sinambela, S.S., S.H., M.H. – Kepala Pengadilan Militer Utama
Menutup sambutannya, Ketua MA berpesan agar para pimpinan baru mampu membimbing dan memberi solusi nyata di tengah dinamika tantangan organisasi. Ia menekankan bahwa kelak saat masa jabatan berakhir, yang akan dikenang bukanlah seberapa besar kewenangan atau fasilitas yang dimiliki, melainkan keberhasilan dalam menjaga arah organisasi serta melahirkan hakim-hakim yang berintegritas.
Prosesi pelantikan turut dihadiri oleh Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, para Ketua Kamar dan Hakim Agung, Pejabat Eselon I di Lingkungan MA, serta para tamu undangan lainnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






