Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mendorong Lembaga Administrasi Negara (LAN) terus memperkuat perannya sebagai pusat pembelajaran, pengembangan kepemimpinan, dan inovasi birokrasi dalam mendukung transformasi aparatur sipil negara (ASN).
Hal tersebut disampaikan Menteri Rini saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 LAN di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Rini, selama hampir tujuh dekade LAN telah memberikan kontribusi besar dalam membangun birokrasi Indonesia melalui pengembangan kompetensi ASN, lahirnya berbagai inovasi administrasi negara, serta penguatan reformasi birokrasi.
“Kekuatan LAN sesungguhnya bukan hanya terletak pada institusinya. Kekuatan itu ada pada insan-insan di dalamnya. Bapak dan Ibu sekalianlah yang setiap hari menyiapkan ASN untuk menjadi pribadi yang profesional, adaptif, berintegritas, dan siap memimpin perubahan,” ujar Menteri Rini.
Disampaikan bahwa angka enam puluh sembilan tahun bukan sekadar perjalanan usia, tetapi perjalanan panjang pengabdian dalam membangun birokrasi Indonesia. Selama itu pula, LAN telah menjadi bagian penting dalam melahirkan berbagai pemimpin, inovasi, dan gagasan yang memperkuat reformasi birokrasi.
Menteri Rini menjelaskan jika tema “Transformasi Membangun Negeri”, sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini. Transformasi bukan sekadar perubahan sistem, struktur, atau prosedur, tetapi juga cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani masyarakat. Transformasi juga bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan yang harus terus dilanjutkan.
Perubahan teknologi, kebutuhan masyarakat, dan tantangan global akan terus berkembang. Karena itu, birokrasi juga harus terus belajar, beradaptasi, dan memperbaiki diri. Kita membutuhkan birokrasi yang agile, mampu membaca perubahan, meresponsnya dengan cepat, dan menghadirkan solusi yang semakin berdampak bagi masyarakat. Semangat inilah yang selama ini terus dijaga oleh LAN dalam mengembangkan kapasitas aparatur negara.
“Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, ASN dituntut semakin adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal. Namun demikian, integritas, empati, dan orientasi pelayanan harus tetap menjadi fondasi. Sebab pada akhirnya, teknologi bukan menggantikan nilai-nilai pelayanan, melainkan memperkuatnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Kepala LAN Muhammad Taufiq menyampaikan bahwa selama hampir tujuh dekade, LAN telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa dalam membangun administrasi pemerintahan, memperkuat kapasitas aparatur sipil negara, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam tata kelola pemerintahan.
“Jika dahulu tantangan kita adalah membangun fondasi kelembagaan dan sistem administrasi negara, maka hari ini tantangan kita jauh lebih kompleks. Perkembangan teknologi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, perubahan kebutuhan masyarakat, serta dinamika global menuntut birokrasi untuk mampu bergerak lebih cepat, lebih adaptif, dan semakin kolaboratif,” katanya.
Disampaikan jika pihaknya berkomitmen agar transformasi terus dilakukan agar LAN tetap relevan, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan birokrasi Indonesia. Transformasi yang di lakukan bukan hanya tentang pemanfaatan teknologi ataupun penyempurnaan proses bisnis. Yang lebih penting adalah transformasi cara berpikir, budaya kerja, dan cara kita memberikan nilai tambah bagi organisasi, bagi aparatur sipil negara, dan pada akhirnya bagi masyarakat.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News






