Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo melaksanakan Program Padat Karya Penerapan Tata Nilai Semangat Ke-Yogyakartaan di Padukuhan Rejosari, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada 13 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Program yang didanai melalui Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2026 tersebut difokuskan pada pembangunan jalan cor rabat beton menuju Balai RW 20 Rejosari. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp175 juta untuk pekerjaan dengan volume 58,56 meter kubik.
Pembangunan melibatkan sekitar 60 warga Padukuhan Rejosari sebagai tenaga kerja lokal. Keterlibatan masyarakat tidak hanya mendukung penyelesaian infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga.
Sebelum pekerjaan dimulai, tim pelaksana bersama Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi lokasi dan menyusun rencana teknis. Pemerintah kalurahan juga menggelar sosialisasi kepada masyarakat pada 8 Juli 2026 mengenai tujuan, mekanisme, serta pembagian tugas dalam program tersebut.
Jalan yang dibangun menjadi akses utama menuju Balai RW 20. Fasilitas tersebut selama ini digunakan untuk pertemuan warga, kegiatan Bank Sampah Dasawisma RW 20, latihan dan pementasan kesenian Jathilan Rejosari, serta berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Perbaikan jalan diharapkan meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga sekaligus memperlancar kegiatan yang berlangsung di Balai RW 20. Akses yang lebih baik juga memudahkan masyarakat membawa perlengkapan dan menjalankan kegiatan lingkungan.
Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, mengatakan program padat karya mempertemukan pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan masyarakat dan penerapan nilai-nilai Ke-Yogyakartaan.
“Program ini tidak hanya membangun jalan, tetapi juga menghidupkan semangat gotong royong, kebersamaan, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap lingkungan,” katanya.
Menurut Harjuno, keterlibatan langsung warga dapat menumbuhkan tanggung jawab untuk menjaga hasil pembangunan. Masyarakat tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam proses pengerjaan.
“Kami mengapresiasi warga Rejosari yang bekerja bersama menyukseskan program ini. Semoga jalan tersebut mendukung aktivitas masyarakat dan semakin memperkuat hubungan sosial antarwarga,” ujarnya.
Pekerjaan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan pengecoran pertama secara simbolis oleh Harjuno. Kegiatan tersebut dihadiri pamong kalurahan, tokoh masyarakat, dan warga yang terlibat dalam pelaksanaan program.
Melalui program padat karya, Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo berharap pembangunan lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan partisipasi masyarakat. Infrastruktur yang dihasilkan diharapkan memberikan manfaat jangka panjang sekaligus menjaga budaya gotong royong dalam kehidupan warga Rejosari.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






