“81 tahun, merdeka!” Yel-yel tersebut menggema sesaat sebelum upacara dimulai. Upacara bendera menjadi momentum bagi jajaran BPOM untuk memperingati 81 tahun kemerdekaan sekaligus meneguhkan kembali komitmen menjalankan tugas perlindungan masyarakat.
Kepala BPOM Taruna Ikrar selaku Inspektur Upacara memimpin upacara bendera yang digelar di lapangan Kantor BPOM Pusat di Jakarta, Senin (17/8/2026). Upacara diikuti secara luring oleh 75% jajaran BPOM yang mengenakan beragam pakaian adat Nusantara bernuansa merah putih. Pegawai yang tidak hadir secara luring mengikuti jalannya upacara melalui Zoom Meeting.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pengibaran bendera dipersembahkan oleh Pasukan 17 dan Pasukan 8. Para petugas yang merupakan pegawai angkatan 2025 telah menjalani pelatihan intensif sejak akhir Juli.
Tahun ini, Nadhida Sekar Rahmadhani dari Inspektorat I dipercaya sebagai pembawa bendera. Pengalaman menjalankan tugas tersebut meninggalkan kesan tersendiri baginya.
“Rasa gugup saat pengibaran bendera dimulai tidak dapat dipungkiri. Namun, berdiri bersama teman-teman untuk menjalankan tugas ini tentunya menjadi pengalaman yang sangat membanggakan dan berkesan untuk saya pribadi,” ujarnya.
Rasa gugup juga dialami Rafli Al Anshari, salah seorang anggota Pasukan 17. “Walaupun ini kali kedua saya bertugas sebagai pasukan pengibar bendera BPOM di upacara 17-an, saya tetap merasakan euforia dan ketegangan yang sama,” tuturnya.
Selain Paskibra, pegawai angkatan 2025 juga dipercaya sebagai Komandan Peleton, mendampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif (Deputi 1) William Adi Teja sebagai Komandan Upacara. Sejumlah pimpinan tinggi pratama turut bertugas, antara lain Direktur Siber Obat dan Makanan A. Indra Jaya Sukma sebagai Perwira Upacara, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Lynda K. Wardhani sebagai Pendamping Inspektur Upacara, Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Dian Putri Anggraweni sebagai Pembaca Teks Undang-Undang Dasar 1945, dan Inspektur II Yudianto sebagai Pembaca Doa.
Dalam rangkaian upacara, Kepala BPOM juga menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada perwakilan pegawai BPOM yang telah mengabdikan diri selama 10, 20, dan 30 tahun. Secara simbolis, penyematan diberikan kepada Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Imelda Ester Riana sebagai penerima Satyalancana Karya Satya 30 tahun; Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Muda Biro Umum Fahmi Fasah Angkotasan sebagai penerima Satyalancana Karya Satya 20 tahun; dan Penata Kelola Obat dan Makanan Balai Kalibrasi Andhika Pratama Karya sebagai penerima Satyalancana Karya Satya 10 tahun.
Taruna Ikrar mengajak seluruh jajaran BPOM untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Ia menegaskan komitmen BPOM untuk menjaga dan meningkatkan kualitas sistem pengawasan obat dan makanan secara berkesinambungan.
“BPOM berkomitmen meningkatkan kualitas sistem pengawasan, di antaranya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta sinergi lintas kementerian/lembaga dan mitra internasional,” tegasnya.
Di tingkat nasional, Kepala BPOM turut hadir sebagai undangan dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta. Kehadirannya melengkapi rangkaian peringatan HUT ke-81 RI, setelah sebelumnya memimpin upacara bendera di lingkungan BPOM.
Dalam video yang ditayangkan pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa. “Pancasila telah mempersatukan bangsa Indonesia selama 81 tahun,” ungkapnya. Presiden juga mengajak seluruh masyarakat untuk membuktikan bahwa Indonesia tetap menjadi bangsa yang utuh dan bersatu, serta menjadi bangsa yang kuat karena persatuannya.
Semangat persatuan dan kebersamaan juga hadir melalui pertandingan persahabatan badminton yang mempertemukan jajaran BPOM dengan mitra antarlembaga. Perwakilan Kementerian Hukum menyampaikan apresiasinya atas undangan BPOM untuk mengikuti pertandingan tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan antarlembaga.
“Mudah-mudahan kegiatan hari ini menjadi perekat hubungan BPOM dengan Kementerian Hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Utama BPOM Jayadi menyebut pertandingan tersebut sebagai ajang persahabatan dan kebersamaan. Ke depan, kegiatan serupa terbuka untuk dikembangkan menjadi pertandingan resmi dengan persiapan yang lebih baik.
Kemerdekaan, pada akhirnya, bukan hanya tentang memperingati sebuah tanggal. Di lingkungan BPOM, semangat tersebut diwujudkan melalui komitmen menjalankan tugas pengawasan, memperkuat sinergi, serta menjaga persatuan dan kebersamaan untuk memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






