BerandaPemerintahAlumni SINTESIS KPK Bangun Distrik Muda, Dorong Gerakan Antikorupsi di Kalbar

Alumni SINTESIS KPK Bangun Distrik Muda, Dorong Gerakan Antikorupsi di Kalbar

Di beberapa tempat dan forum, narasi antikorupsi sering berhenti di ruang seminar atau sekadar seremonial. Namun, di tangan Nana Selviana — alumni program Sinergi Integritas Muda Indonesia (SINTESIS) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2026 asal Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), gerakan antikorupsi diturunkan menjadi kerja-kerja konkret melalui wadah bertajuk “Distrik Muda” yang didirikannya.

Inisiatif ini lahir dari pengamatan Nana, bahwa korupsi kecil kerap terjadi di ruang-ruang yang luput perhatian, seperti minimnya transparansi pelayanan publik hingga tak adanya audit pengelolaan keuangan organisasi pemuda. Selain itu, ketidaktahuan masyarakat atas prosedur hukum, memunculkan ruang manipulasi, sementara edukasi bagi generasi muda selama ini masih searah.

- Advertisement -

“Salah satunya mengembangkan Distrik Integritas dan Sekolah Integritas, bagian dari Distrik Muda. Ini adalah ruang anak muda belajar, berkolaborasi, dan menciptakan inisiatif sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Nana saat dihubungi Selasa (15/9).

Lewat ekosistem Distrik Integritas, Nana merancang sejumlah pilar aksi berkelanjutan yang siap digulirkan di lapangan, yaitu klinik hukum, edukasi, kanal pelaporan, dan forum kolaborasi daerah sebagai satu ekosistem pencegahan korupsi berbasis komunitas.

Dengan tiga pilar itu, Ia berupaya mendampingi dan mengedukasi hak-hak administrasi masyarakat di wilayah dengan akses hukum terbatas, agar tak mudah menjadi korban pemerasan atau pungutan liar. Selain itu, Nana berupaya memperkuat nilai transparansi, kejujuran, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan organisasi pemuda maupun kampus.

Tak berhenti di sana, Nana turut berupaya mengkonsolidasi komunitas pemuda se-Kalbar guna memetakan masalah integritas daerah, serta merumuskan Pakta Integritas bersama KPK dan Pemerintah Daerah.

“Kolaborasi dengan KPK menjadi kunci demi memperkuat legitimasi, memperluas jangkauan, dan mempercepat dampak nyata di Kalimantan Barat, sebelum masalah integritas semakin sulit diurai,” tutur Nana.

Bagi Nana, kolaborasi menjadi salah satu elemen penting karena tantangan pembangunan daerah pada dasarnya bersifat kompleks dan saling berkaitan. Selain itu, kolaborasi memungkinkan setiap pihak dapat saling melengkapi serta menghasilkan solusi yang berpeluang diterima, dijalankan, dan dipertahankan masyarakat.

“Namun, tantangan terbesar kolaborasi adalah membangun kepercayaan dan menyatukan kepentingan. Karena itu, kolaborasi butuh komunikasi terbuka, komitmen jangka panjang, serta kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan sektoral,” imbuhnya.

Ruang yang Ubah Cara Pandang

Lebih jauh, Nana berkisah sebelum mengikuti SINTESIS, dirinya cukup dekat dengan berbagai persoalan pembangunan di daerah, khususnya yang berkaitan dengan keterbatasan akses anak muda terhadap ruang partisipasi yang bermakna.

Di tanah tempatnya bertumbuh, ia melihat banyak anak muda berpotensi besar, memiliki gagasan, dan kepedulian kuat terhadap daerahnya. Namun, semangat itu tak selalu memiliki ruang, pengetahuan, maupun jejaring guna mengubah gagasan menjadi aksi nyata.

Di sisi lain, bagi Nana, persoalan pembangunan daerah juga tak bisa sekadar dilihat dari satu sektor, sebab ada isu pendidikan, hukum, lingkungan, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan yang saling berkaitan.

“Tantangan yang paling saya rasakan, bagaimana menghadirkan solusi yang tidak bersifat sementara, tapi mampu membangun kapasitas masyarakat dan menciptakan perubahan berkelanjutan,” ucapnya.

Kehadiran SINTESIS bagi Nana, menjadi ruang belajar sekaligus berkontribusi bagi daerah. Melalui SINTESIS, Nana memahami cara mengidentifikasi persoalan pembangunan secara lebih komprehensif, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, hingga bagaimana anak muda mampu berperan strategis dalam proses pembangunan.

“Ini bukan sekadar program, namun bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang, memperluas perspektif, dan belajar bahwa perubahan dapat dimulai dari keberanian peduli, mendengarkan, dan bekerja bersama,” tegasnya.

Sebagai informasi, SINTESIS merupakan program penguatan kapasitas dan jejaring pemuda yang diinisiasi KPK, guna mendorong keterlibatan generasi muda dalam gerakan antikorupsi. Melalui kegiatan bootcamp, pelatihan, dan kolaborasi lintas daerah, peserta diajak memahami nilai-nilai integritas, pencegahan korupsi, pengawasan publik, advokasi, hingga penyusunan laporan pengaduan masyarakat.

Program ini dirancang agar pemuda tak sekadar memahami isu antikorupsi secara teori, melainkan turut mampu menerapkannya dalam aksi nyata serta menjadi agen perubahan yang menumbuhkan budaya integritas di lingkungan masing-masing.

Oleh karena itu, SINTESIS diharapkan akan terus menjadi ruang yang melahirkan generasi muda yang tak sekadar berkapasitas, melainkan berkepedulian, berintegritas, dan berkomitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Sebagai bagian penguatan gerakan ini, Distrik Muda akan menggelar Sekolah Integritas, Rabu (16/9) dan Focus Group Discussion (FGD) kolaboratif, Jumat (18/9). Kegiatan ini melibatkan Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Ditpermas) KPK dan Inspektorat Provinsi Kalbar, guna membedah peta risiko integritas dan menyusun draft policy brief sebagai bahan advokasi publik.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM