Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan pelaksanaan Border Trade Fair (BTF) RI-PNG yang dijadwalkan berlangsung pada 8-10 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut akan melibatkan pelaku UMKM lokal Papua yang telah melalui proses seleksi untuk memperluas peluang pasar dalam kerja sama ekonomi Indonesia dan Papua Nugini.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Papua, Triwarno Purnomo, mengatakan persiapan BTF terus dilakukan bersama sejumlah instansi terkait.
Rapat persiapan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah, Kamar Dagang dan Industri, serta Bea Cukai untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana.
“Rencananya pelaksanaan tanggal 8 sampai dengan 10 Oktober,” kata Triwarno. “Rencananya Bapak Gubernur bersama Bapak Dubes RI di Papua Nugini akan hadir di penutupan.”
Triwarno mengatakan peserta BTF terutama berasal dari UMKM lokal Papua yang telah terseleksi. Persiapan peserta juga menjadi bagian dari pembahasan bersama instansi yang terlibat.
Menurutnya, BTF diarahkan untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Papua Nugini. Kegiatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha Papua memperluas pasar.
“Tujuannya ini kan bagaimana kita meningkatkan kerja sama ekonomi, perluasan pasar,” ujarnya.
Triwarno menjelaskan rencana memperpanjang durasi pelaksanaan BTF belum dapat diputuskan pemerintah daerah. Kegiatan yang melibatkan dua negara harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat karena berkaitan dengan urusan luar negeri.
“Ini menyangkut dua negara, jadi tidak bisa kita putuskan di daerah,” kata Triwarno. “Semua itu tetap harus kita laporkan karena menyangkut urusan luar negeri.”
Pemerintah Provinsi Papua terus mematangkan persiapan bersama seluruh pemangku kepentingan. BTF diharapkan menjadi ruang bagi UMKM Papua memperkenalkan produk sekaligus membuka akses pasar melalui kerja sama ekonomi RI-PNG.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






