Anggota Komisi X DPR RI Edi Oloan Pasaribu mendorong pemerintah bergerak cepat dan responsif dalam menangani kerusakan sejumlah bangunan sekolah akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan perlu segera dipetakan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Konstruksi bangunan sekolah dan kelas yang hancur perlu diukur skalanya, apakah cukup direvitalisasi atau harus diratakan dan dibangun baru,” kata Edi saat di wawancarai, dikutip dari Parlementaria saat melakukan peninjauan kondisi sejumlah sekolah di Kab. Manggarai, Provinsi NTT, Jumat (4/9/2026).
Selain meninjau kondisi fisik bangunan sekolah, Komisi X juga melihat secara langsung pelaksanaan program kelas darurat yang disiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung di tengah kondisi sekolah yang terdampak bencana.
“Kita meninjau program kelas darurat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kita juga menyapa murid-murid dan memberikan semangat. Kedatangan kami di sini menyuntikkan api spirit untuk belajar dan optimisme kepada anak-anak,” tuturnya.
Komisi X berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti hasil asesmen kerusakan sekolah tersebut. Langkah cepat diperlukan agar peserta didik tetap memperoleh hak atas pendidikan dan proses pembelajaran dapat kembali berjalan secara optimal.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






