BerandaPemdaKolaborasi Arsitek Lokal dan Pemkot, Wajah Kota Pekalongan Diproyeksikan Makin Menarik

Kolaborasi Arsitek Lokal dan Pemkot, Wajah Kota Pekalongan Diproyeksikan Makin Menarik

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan membuka ruang kolaborasi dengan para arsitek dan talenta lokal untuk turut memberikan gagasan kreatif dalam pengembangan serta penataan wajah Kota Pekalongan. Kolaborasi tersebut mengemuka dalam kegiatan Pilarchitalk 5 bertema “Empowering Local Talent to Shape More Beautiful Pekalongan Raya” yang digelar di Hotel Amandaru Kota Pekalongan, Sabtu (5/9/2026) sore.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, menyampaikan bahwa masukan dari para arsitek yang tergabung dalam komunitas PiLAR sangat penting untuk mendukung pembangunan kota. Menurutnya, selain menyelesaikan berbagai persoalan prioritas perkotaan, aspek desain dan estetika kawasan juga perlu mendapat perhatian.

- Advertisement -

“Teman-teman PiLAR ini arsitek semua yang ada di Kota Pekalongan dan Pekalongan Raya. Masukan-masukan dari teman-teman PiLAR sangat bermanfaat untuk pembangunan Kota Pekalongan,” ujarnya.

Wali Kota Aaf menilai masih terdapat ruang untuk meningkatkan sentuhan desain pada tampilan luar sejumlah kawasan maupun fasilitas di Kota Pekalongan. Oleh karena itu, ia berharap forum tersebut dapat melahirkan ide-ide yang dapat diterapkan secara bertahap, termasuk terkait penataan papan informasi dan penanda kawasan di sejumlah titik.

“Intinya nanti untuk mempercantik tampilan Kota Pekalongan. Tentunya ini bukan diskusi terakhir, ini baru awal. Pertemuan formal maupun nonformal akan kita lanjutkan,” katanya.

Ketua PiLAR, Zulfikar Ali, menegaskan bahwa komunitasnya ingin mendorong arsitek dan talenta lokal agar dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi Kota Pekalongan. Menurutnya, upaya mempercantik wajah kota tetap perlu berjalan beriringan dengan penyelesaian berbagai persoalan utama perkotaan.

“Dari awal kita ingin bagaimana PiLAR, komunitas-komunitas arsitek lokal, dan talenta-talenta lokal bisa berkontribusi banyak untuk memberikan wajah baru untuk Pekalongan,” ungkapnya.

Zulfikar menambahkan, PiLAR siap berkolaborasi dengan Pemkot Pekalongan dalam berbagai kesempatan. Ia berharap sinergi tersebut dapat menghasilkan gagasan dan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Urban Planner Nasional, Diana Ayudya, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan, Kota Pekalongan memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan. Selain batik yang telah dikenal luas, menurutnya Kota Pekalongan memiliki potensi pariwisata dan lingkungan yang menarik, salah satunya kawasan mangrove yang berada tidak jauh dari pusat kota.

“Potensi Kota Pekalongan itu banyak sekali. Yang utama kan batik, apalagi Pekalongan sudah menjadi kota kreatif dunia. Belum lagi event-event yang skalanya sudah tidak lokal, tetapi nasional bahkan dunia,” tuturnya.

Diana juga menilai keberadaan wisata mangrove menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan lebih optimal untuk mendukung sektor pariwisata Kota Pekalongan.

“Dengan adanya forum Pilarchitalk 5 ini, Pemkot Pekalongan bersama PiLAR diharapkan dapat terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan talenta-talenta lokal. Gagasan kreatif dari para arsitek dan urban planner menjadi salah satu modal penting untuk mendukung terwujudnya Kota Pekalongan yang semakin tertata, menarik, dan memiliki karakter kuat,”tukasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM