Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini menyoroti konsentrasi pariwisata Bali yang masih terpusat di wilayah selatan. Menurutnya, pengembangan destinasi perlu diperluas ke wilayah utara, barat, dan timur agar potensi ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Bali.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI dalam rangka meninjau penguatan ekosistem pariwisata di Denpasar, Bali, Jumat (14/9/2026).
Kunjungan tersebut juga mencakup aspek konektivitas, logistik, dan digitalisasi pariwisata, termasuk peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendorong ekosistem wisata yang terintegrasi dan berkualitas.
“Bali ini memang menjadi mukanya Indonesia, bahkan mendunia. Kita tahu semua itu. Tetapi masih punya masalah besar, yaitu pariwisatanya sangat berpusat di Bali Selatan. Padahal Bali Barat, Timur, dan Utara itu juga potensinya besar sekali,” ujar Anggia.
Karena itu, Komisi VI DPR RI meminta PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyusun strategi untuk memperluas pengembangan destinasi wisata di Bali.
“Kita meminta InJourney dalam hal ini untuk mengembangkan dan mengarahkan pariwisata ke wilayah utara, barat, dan timur supaya kepadatan wisatawan di selatan dapat terurai,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pariwisata Bali tidak semata-mata diukur dari peningkatan jumlah wisatawan. Menurutnya, pengembangan pariwisata juga harus memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat lokal, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Tidak hanya bicara tentang bagaimana penambahan wisatawan yang hadir, tetapi juga bagaimana berdampak pada masyarakat di Bali itu sendiri. UMKM lokal harus naik kelas, lalu kemudian masyarakat juga menikmati keberhasilan Bali sebagai tempat pariwisata,” tegas Anggia.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






