Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda melalui pendekatan seni dan budaya.
Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Final Lomba Pasanggiri Agung Kawih Sinom bertajuk “Narkoba Musuh Bangsa” yang digelar di Gedung Pusat Kebudayaan, Bandung, Senin (14/9/26).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus memperkuat peran seni dan budaya sebagai media edukasi kepada masyarakat.
Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, pemilihan Pupuh Sinom sebagai media penyampaian pesan antinarkotika memiliki alasan filosofis, terutama karena karakter Sinom dinilai tepat untuk menyampaikan nasihat kepada anak-anak dan generasi muda.
“Secara filsafat pupuh itu kalau di Jabar ada 17, salah satu yang paling tepat untuk memberikan masukan nasehat kepada anak muda adalah Sinom untuk memberikan nasehat kepada anak-anak dan anak muda agar jauh dari narkoba. Makanya ‘Pupuh Sinom Narkoba Musuh Bangsa’,” ujar Sulistyo.
Menurutnya, pesan pencegahan narkotika perlu ditanamkan sejak usia dini sehingga dapat menjadi nilai yang melekat dalam kehidupan generasi muda.
“Harapan saya agar ini menjadi nilai yang sangat mendalam bagi anak-anak di Jawa Barat mulai dari SD, SMP, SMA,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Irjen Pol. Tantan Sulistyana, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan pencegahan yang menyasar kelompok usia remaja.
Ia menyebut, berdasarkan data prevalensi 2025, terdapat peningkatan penyalahgunaan narkotika pada kelompok usia 15-24 tahun. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pentingnya memperkuat program pencegahan yang menyentuh langsung generasi muda.
“Kegiatan ini luar biasa, dasarnya kita melihat prevelensi 2025 ada peningkatan penyalahgunaan narkotika khusus rentang umur 15-24 tahun. Dengan dasar itu kita ingin menggarap anak-anak usia remaja kita bisa mencegah agar mereka tidak menyalahgunakan narkotika. Salah satu bentuk kegiatan pencegahan itu bermacam salah satunya seni budaya ini,” ujar Tantan.
Menurut Tantan, seni budaya dapat menjadi ruang kreatif bagi anak-anak dan remaja untuk menyampaikan pesan positif mengenai bahaya narkotika. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat pesan pencegahan lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.
“Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak remaja dapat berkreasi menyampaikan pesan-pesan positif bahwa narkoba sangat berbahaya,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, BNNP Jawa Barat berharap edukasi bahaya narkotika dapat disampaikan dengan cara yang lebih kreatif, dekat dengan budaya lokal, sekaligus mampu membangun kesadaran generasi muda untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Pendekatan seni dan budaya juga diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam memperkuat pencegahan narkotika di lingkungan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






