BerandaPemerintahMenteri Jumhur Gandeng Wanadri Restorasi Alam Indonesia Dorong Pemulihan Lingkungan

Menteri Jumhur Gandeng Wanadri Restorasi Alam Indonesia Dorong Pemulihan Lingkungan

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyebut Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri sebagai mitra strategis dalam upaya pemulihan lingkungan di Indonesia.

Menurut Menteri Jumhur, Wanadri memiliki rekam jejak panjang dalam mendekatkan manusia dengan alam sekaligus membangun karakter bangsa melalui kecintaan terhadap lingkungan.

- Advertisement -

“Wanadri mengajak kita semua untuk memahami, mengakui, mencintai, dan akhirnya menjadi patriot untuk menjaga bangsa ini melalui alam,” ujar Menteri Jumhur dalam acara Wanadri di Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (29/9).

Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam dan lingkungan hidup yang menjadi salah satu keunggulan bangsa. Karena itu, menjaga dan memulihkan alam menjadi tanggung jawab bersama. Menteri Jumhur menilai, nilai-nilai yang selama ini dibangun Wanadri sejalan dengan misi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Wanadri ini LH banget, lingkungan hidup banget. Saya berbahagia bisa berkumpul bersama Wanadri di sini,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, KLH dan Wanadri juga membahas peluang kerja sama untuk memanfaatkan sumber daya serta jejaring kedua pihak dalam upaya pemulihan lingkungan. Menteri Jumhur menyebut sejumlah kegiatan strategis yang akan dilakukan bersama Wanadri, antara lain penanaman mangrove, revegetasi hutan, susur sungai, pemulihan terumbu karang, serta berbagai kegiatan restorasi lingkungan lainnya.

“Detailnya akan dirumuskan Tim LH dan Tim Wanadri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut nantinya akan melibatkan pemerintah dan berbagai pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan. Kolaborasi juga akan diarahkan untuk mendorong keterlibatan sukarela dalam pemulihan kawasan yang mengalami kerusakan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Jumhur juga menyampaikan konsep “tobat ekologis nasional” yang menurutnya perlu dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Ia menjelaskan gerakan tersebut memiliki tiga perspektif. Pertama, perspektif moral, yakni kesadaran bahwa semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, pernah melakukan kesalahan terhadap alam sehingga perlu berkomitmen untuk tidak mengulanginya.

Menurut dia, dari sisi pemerintah, salah satu bentuk perbaikan adalah memastikan tidak ada lagi kebijakan atau regulasi yang mengabaikan aspek lingkungan. Perspektif kedua adalah pendekatan religius.

Menteri Jumhur mengatakan, seluruh agama mengajarkan pentingnya menjaga dan memuliakan bumi sehingga nilai tersebut dapat menjadi kekuatan bersama dalam menjaga lingkungan. Sementara perspektif ketiga adalah mengakui kesalahan, tidak mengulangi, serta melakukan restorasi terhadap kerusakan yang telah terjadi.

“Amalannya adalah merestorasi, mengembalikan yang sudah pernah rusak,” katanya.

Menteri Jumhur mencontohkan, perusahaan yang memperoleh keuntungan dari kegiatan eksploitasi sumber daya alam tetapi belum melakukan reklamasi atau revegetasi harus ikut bertanggung jawab memulihkan lingkungan. Ia mengatakan KLH akan mendorong langkah penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti merusak lingkungan.

“Perintah untuk menegakkan hukum, baik secara preventif maupun represif, itu ada. KLH akan menggunakan kewenangan tersebut,” ujarnya.

Selain berdampak pada pemulihan alam, Menteri Jumhur menyebut gerakan tobat ekologis juga dapat membuka peluang ekonomi. Kegiatan restorasi lingkungan membutuhkan tenaga kerja serta berbagai kebutuhan pendukung sehingga dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam acara tersebut, Menteri Jumhur juga menyerahkan sumbangan sebesar Rp50 juta dari gajinya kepada Yayasan Wanadri. Penggunaan dana tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak yayasan untuk mendukung kegiatan Wanadri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM