BerandaPemerintahPotensi Besar Peternakan Kambing, Kemenko Pangan Dorong Hilirisasi Daging dan Susu

Potensi Besar Peternakan Kambing, Kemenko Pangan Dorong Hilirisasi Daging dan Susu

Sektor peternakan kambing memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Data BPS dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat jumlah rumah tangga peternak kambing mencapai lebih dari 3 juta, yang tersebar antara lain di Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Aceh.

- Advertisement -

Produksi daging kambing nasional diperkirakan mencapai lebih dari 160 ribu ton per tahun, sementara produksi susu kambing masih sekitar 20–25 ribu ton per tahun, atau kurang dari 1% produksi susu nasional. Meski produksinya masih kecil, permintaan susu kambing terus berkembang, baik di wilayah sentra produksi maupun segmen konsumen urban.

Dalam kunjungan kerja dan dialog dengan peternak kambing perah di Peternakan Meta Nusa Dharma, Banyumas, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti menegaskan pentingnya pengembangan komoditas kambing dari hulu hingga hilir.

“Kambing bukan hanya sumber protein hewani, tetapi juga peluang ekonomi bagi peternak rakyat. Hilirisasi dan akses pasar daging dan susu kambing perlu didorong. Sosialisasi manfaat susu kambing serta edukasi untuk menghapus mitos bau susu kambing segera dilakukan bersama,” ujar Zulkifli Hasan.

Pengolahan modern dapat menghasilkan susu kambing dengan aroma yang lebih diterima konsumen serta berbagai varian rasa seperti cokelat dan stroberi. Salah satunya dikembangkan Meta Nusa Dharma melalui produk “Mendha Milk”, yang dipasarkan secara langsung maupun melalui e-commerce dengan layanan pengiriman ke berbagai wilayah Indonesia. Susu kambing juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah seperti keju, susu bubuk, yoghurt, dan berbagai olahan susu lainnya.

Susu kambing memiliki karakteristik komposisi yang berbeda dari susu sapi, antara lain ukuran globula lemak yang relatif lebih kecil serta komposisi laktosa dan protein yang berbeda.

Karakteristik tersebut membuat susu kambing menjadi salah satu alternatif produk susu bagi konsumen, meskipun respons dan kesesuaian konsumsi dapat berbeda pada setiap individu.

Tantangan pengembangan industri susu kambing antara lain skala produksi yang masih rendah sehingga harga relatif lebih tinggi. Namun, dengan populasi kambing nasional lebih dari 20 juta ekor, peluang pengembangan masih terbuka luas melalui peningkatan produktivitas, kualitas pakan dan bibit, kesehatan hewan, teknologi pengolahan, standardisasi, branding, edukasi konsumen, serta perluasan akses pasar.

Kemenko Pangan mendorong penguatan ekosistem usaha kambing dari hulu hingga hilir agar produk peternakan rakyat semakin berdaya saing dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM