Kota Tegal mendapat minat investasi senilai Rp175 miliar dari PT Hailex Technology. Produsen asal Hong Kong tersebut berinvestasi untuk pembangunan pabrik sepatu, dengan proyeksi tenaga kerja sekitar 700 orang.
Minat investasi itu ditandai dengan penandatanganan Letter of Interest (LoI), dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, baru-baru ini.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tegal, Sartono Eko Saputro, mengatakan, minat investasi tersebut menjadi peluang untuk memperluas aktivitas ekonomi. Peluang itu juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Kota Tegal.
“LoI dari PT Hailex Technology menjadi sinyal positif bagi Kota Tegal. Investasi ini tidak hanya menambah aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain menawarkan peluang investasi, Pemerintah Kota Tegal mengikutsertakan aset-aset prospektif untuk dikerjasamakan dengan dunia usaha. Sebanyak 11 lokasi ditawarkan, salah satunya melalui Investment Challenge untuk pembangunan Pusat Perbengkelan Otomotif Modern di kawasan eks Pasar Beras Martoloyo.
“Harapannya, potensi tersebut dapat menarik minat investor untuk mengembangkan usaha di Kota Tegal,” kata Sartono.
Menurutnya, pemerintah daerah terus menyiapkan ekosistem investasi yang memberikan kepastian bagi dunia usaha, antara lain dengan penataan regulasi dan tata ruang, agar pengembangan investasi selaras dengan kepentingan pembangunan daerah.
Perubahan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) juga diharapkan mendukung pengembangan investasi di Kota Tegal.
Sartono mengatakan posisi Kota Tegal sebagai kota pesisir serta pusat perdagangan dan jasa, menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk menarik investasi.
Sebagai informasi, CJIBF 2026 mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan untuk membuka peluang kerja sama investasi di Jawa Tengah. Forum tahun ini mengusung tema “Policy, Partnership, and Competitiveness: Advancing Sustainable Investment in Central Java”.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






