BerandaPemerintahRiau-Jambi Nihil Hotspot Karhutla, Pengelolaan Gambut Diperkuat

Riau-Jambi Nihil Hotspot Karhutla, Pengelolaan Gambut Diperkuat

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kalimantan Tengah yang masih mencatat jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas. Sementara itu, pada pemantauan terbaru, Riau dan Jambi tidak terdeteksi hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Kamis (24/9) pukul 21.15 WIB, secara nasional terdeteksi 575 hotspot high confidence, meningkat 231 titik dibandingkan 344 titik pada Rabu (23/9). Pada enam provinsi prioritas, hotspot high confidence tercatat:
• Kalimantan Tengah: 261 titik, meningkat dari 156 titik;
• Kalimantan Barat: 26 titik, turun dari 33 titik;
• Sumatera Selatan: 25 titik, meningkat dari 4 titik;
• Kalimantan Selatan: 9 titik, turun dari 11 titik;
• Jambi: 0 titik, turun dari 2 titik; dan
• Riau: 0 titik, tetap nihil.

- Advertisement -

Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas mencatat 321 hotspot high confidence, dibandingkan 206 titik sehari sebelumnya. Peningkatan terutama terjadi di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, sementara Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan mengalami penurunan serta Riau dan Jambi nihil hotspot high confidence.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar. Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan lebih dari satu hotspot. Karena itu, setiap indikasi tetap diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan.

Operasi Darat dan Udara Tetap Disiagakan
Pemerintah saat ini mengerahkan 61 unit armada udara untuk mendukung penanganan karhutla, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk operasi water bombing. Pengoperasian armada udara terus disesuaikan dengan perkembangan titik api, potensi awan, arah angin, kondisi asap, jarak pandang, dan keselamatan penerbangan.

Di darat, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, dan pendinginan.

Kalimantan Tengah tetap menjadi perhatian utama operasi, mengingat jumlah hotspot masih menjadi yang tertinggi di antara enam provinsi prioritas. Pada kawasan gambut, pembasahan dan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala saat kondisi mengering.

Karhutla Juga Mengancam Satwa Liar dan Habitatnya
Selain perlindungan masyarakat, Kementerian Kehutanan memperkuat penyelamatan satwa liar yang terdampak karhutla. Kebakaran dapat merusak tutupan habitat, mengurangi sumber pakan, serta mendorong satwa keluar dari hutan menuju kebun maupun permukiman.

Masyarakat yang menemukan satwa liar terdampak karhutla diminta tidak melakukan penanganan sendiri. Jaga jarak, catat lokasi secara jelas apabila kondisi memungkinkan, dan segera laporkan kepada Balai KSDA atau petugas terdekat agar penyelamatan dapat dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi dan peralatan yang sesuai.

Pencegahan Karhutla Berbasis Gambut dan Desa Diperkuat
Pada Kamis (24/9), Presiden Prabowo Subianto memimpin diskusi di Istana Merdeka bersama sejumlah akademisi mengenai pengelolaan gambut dan pencegahan karhutla. Dalam pertemuan tersebut, Presiden memutuskan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan karhutla serta pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. Pemerintah juga mendorong penguatan kembali pendekatan berbasis masyarakat melalui Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa arah penguatan kelembagaan tersebut ditujukan untuk memperbesar porsi pencegahan, termasuk melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan serta pelibatan masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan rawan kebakaran. Langkah tersebut melengkapi pengendalian yang saat ini berlangsung di lapangan melalui deteksi dini, patroli, pemadaman darat dan udara, OMC, serta penegakan hukum.

Pantauan Kondisi Udara dan Jarak Pandang
Pantauan PM2,5 menunjukkan kondisi udara Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang, tetapi sejumlah area di Sumatera dan terutama Kalimantan masih menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan secara lokal terdapat area dalam kategori berbahaya.

Pantauan BMKG Aviation pada dini hari Jumat (25/9) menunjukkan asap masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah wilayah prioritas:
• Palangka Raya: sekitar 2 kilometer, berasap;
• Pontianak: sekitar 1,5 kilometer, berasap;
• Palembang: sekitar 5 kilometer, berasap;
• Jambi: sekitar 5 kilometer, berasap;
• Pekanbaru: sekitar 7 kilometer, berawan; dan
• Banjarmasin: sekitar 8 kilometer, cerah berawan.

Di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah lainnya, BMKG juga mencatat jarak pandang lebih rendah, antara lain sekitar 800 meter di Buntok dan 1 kilometer di Muara Teweh, dengan kondisi berasap. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan jumlah hotspot tidak selalu langsung diikuti oleh perubahan kondisi udara. Asap yang telah terbentuk dapat bertahan atau bergerak mengikuti arah angin dan kondisi atmosfer, sementara pada ekosistem gambut bara dapat tetap aktif di bawah permukaan.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk terus mengikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Masyarakat dan pelaku usaha juga kembali diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, serta memastikan tidak ada aktivitas yang dapat menjadi sumber kebakaran baru.

Apabila menemukan asap, titik api, aktivitas pembakaran, maupun satwa liar yang terdampak, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Laporan karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM