Pemda DIY menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta aksi nyata dalam merawat pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan resisten. Gagasan ini harus bertransformasi menjadi langkah konkret yang bermanfaat.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti S.T., M.T. saat membacakan sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Yogyakarta Economic Symposium (YES) 2026 berlangsung di Plaza Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (03/09). Simposium ini turut dihadiri oleh berbagai jajaran pemangku kepentingan hingga akademisi.
Simposium kali ini mengusung tema “Mengakselerasi Ekonomi DIY yang Bertumbuh, Inklusif, dan Resilien, Menuju Masyarakat DIY Sejahtera”. Forum dirancang sebagai wadah strategis untuk memetakan arah kebijakan ekonomi daerah di tengah pergeseran dan dinamika global yang serba cepat.
“Saya menyambut baik Yogyakarta Economic Symposium 2026. Tema ini mengajak kita membaca arah pembangunan ekonomi secara jernih bagaimana pertumbuhan dijaga, manfaatnya diperluas, dan ketahanannya diperkuat di tengah perubahan yang semakin cepat,” ujar Ni Made saat membacakan arahan Gubernur.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur DIY mengutip pandangan lembaga riset global McKinsey bersama World Economic Forum (WEF) mengenai pentingnya resiliensi. Resiliensi dipahami sebagai kemampuan daerah atau organisasi dalam menghadapi tekanan, menahan guncangan, terus beradaptasi, hingga mampu mengakselerasi langkah saat disrupsi datang.
Gubernur DIY juga menyoroti bahwa agenda pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan memerlukan inovasi tak terputus serta kolaborasi lintas organisasi dan sektor. Pandangan tersebut dinilai sangat selaras dengan falsafah luhur masyarakat Jawa, yakni “Ngelmu iku kalakone kanthi laku”.
“Ilmu memperoleh maknanya ketika dijalankan. Karena itu, simposium ini hendaknya tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi bergegas dan bergerak menjadi agenda kerja yang nyata,” tegas Sekda DIY.
Pemda DIY menaruh harapan besar agar rekomendasi yang terlahir dari simposium ini dapat segera diimplementasikan dalam berbagai program prioritas. Di antaranya; Penguatan UMKM agar mampu naik kelas, Perluasan akses pembiayaan yang sehat, peningkatan kualitas pariwisata, penguatan ekosistem ekonomi kreatif, penyiapan generasi muda agar mampu memasuki ekosistem ekonomi baru.
“Semoga simposium ini menjadi ruang untuk menajamkan arah, mempertemukan gagasan, dan melahirkan langkah yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta,” ucap Ni Made menutup pembacaan sambutan Gubernur.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






