Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mengimbau para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi keselamatan di laut.
Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan aktivitas penangkapan ikan tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan nelayan, terutama ketika asap karhutla berpotensi mengurangi jarak pandang dan kondisi cuaca mulai berubah.
Kepala DKP Provinsi Papua, Iman Djuniawal, mengatakan meskipun tidak secara langsung menghambat kegiatan penangkapan ikan, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena laut memiliki risiko tersendiri ketika jarak pandang terbatas.
“Ini lebih ke jarak pandang saja. Namun, saya yakin dengan keterampilan para nelayan dan kemampuan mereka membaca situasi,” kata Iman.
Nelayan diharapkan tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga memperhatikan prakiraan cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Antisipasi dan prediksi dari BMKG harus dicermati. Kemudian, nelayan juga perlu saling mengingatkan tentang kondisi yang ada di laut, apalagi kemarin sudah mulai angin kencang dan lainnya,” jelasnya.
Selain memantau informasi BMKG, Iman meminta para nelayan memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan sesama nelayan. Informasi mengenai kondisi cuaca, jarak pandang, dan situasi di laut perlu dibagikan agar setiap nelayan dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat.
Pemerintah Provinsi Papua melalui DKP menegaskan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas. Dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap asap karhutla, memantau perkembangan cuaca, serta membangun komunikasi antarnelayan, risiko kecelakaan di laut diharapkan dapat diminimalkan tanpa mengabaikan keberlangsungan aktivitas perikanan masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






