BerandaPemerintahEkonomi Digital Diprediksi Tembus USD 340 Miliar, Kemenko Perekonomian Tegaskan Peran Vital...

Ekonomi Digital Diprediksi Tembus USD 340 Miliar, Kemenko Perekonomian Tegaskan Peran Vital Data Center

Transformasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing dan membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. Seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang andal semakin besar. Kondisi tersebut menjadikan penguatan ekosistem digital sebagai salah satu aspek penting dalam mengoptimalkan potensi ekonomi nasional.

“Pusat data sangat berperan sebagai fondasi yang menopang layanan digital, aktivitas usaha, serta peningkatan produktivitas. Peluang Indonesia sangat besar, namun persaingan regional juga semakin ketat. Karena itu, Indonesia perlu bergerak lebih cepat dalam membangun iklim usaha yang lebih menarik dan memperkuat posisi dalam rantai nilai ekonomi digital di kawasan,” ungkap Staf Ahli Kemenko Perekonomian Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto  secara daring saat mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Rapat Umum Anggota Tahunan (RUA) IDPRO 2026 – Konsorsium Industri Pusat Data Indonesia, Rabu (21/10).

- Advertisement -

Pada kesempatan tersebut, Sahli Haryo menyebutkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 mendekati USD100 miliar dan diproyeksikan akan mencapai USD180–340 miliar pada tahun 2030. Potensi tersebut didukung oleh besarnya pasar domestik dengan populasi 284,4 juta penduduk, 235 juta pengguna internet dengan penetrasi sebesar 81,72%, serta ekosistem yang mencakup 3.204 startup dan 7 unicorn. Besarnya potensi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan infrastruktur digital, termasuk pusat data, agar Indonesia dapat mengoptimalkan peluang ekonomi digital sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional.

Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan sebesar 5,29% pada kuartal II 2026. Untuk mendukung sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029, Indonesia membutuhkan investasi produktif, peningkatan daya saing, dan transformasi sektor-sektor ekonomi. Salah satu upaya yang perlu diperkuat adalah mendorong investasi pada sektor-sektor strategis yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.

Lebih lanjut, perkembangan AI semakin mempertegas urgensi pengembangan ekosistem pusat data nasional. Secara global, AI diproyeksikan berkontribusi sebesar USD15,7 triliun terhadap perekonomian global pada 2030. Selain itu, industri dengan paparan AI tertinggi mencatat pertumbuhan produktivitas per pekerja sebesar 27%, jauh di atas 8,5% pada industri dengan paparan terendah. Perkembangan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan dan pemanfaatannya untuk menciptakan nilai ekonomi.

Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, pengembangan pengembangan industri pusat data nasional perlu didukung oleh iklim investasi yang kondusif, kepastian berusaha, serta kolaborasi yang efektif antara Pemerintah dan pelaku industri. Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas infrastruktur digital, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi bernilai tambah dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital kawasan.

Kemudian, pengembangan pusat data juga juga membuka peluang terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Pengembangan di wilayah potensial perlu diarahkan agar manfaat investasi dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta pertumbuhan pelaku usaha dan industri pendukung dalam negeri. Dengan demikian, penguatan infrastruktur digital dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan ekonomi daerah dan perekonomian nasional.

Selanjutnya, kolaborasi antara Pemerintah dan industri menjadi kunci untuk menjawab tantangan pengembangan pusat data ke depan. Masukan langsung dari pelaku industri mengenai berbagai hambatan dan kebutuhan pengembangan ekosistem diperlukan agar kebijakan yang dirumuskan semakin tepat sasaran dan dapat ditindaklanjuti. Sinergi tersebut diharapkan akan dapat memperkuat ekosistem pusat data nasional sekaligus menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan industri digital.

“Kami berharap IDPRO terus menjadi mitra dialog yang konstruktif dan menghadirkan rekomendasi yang konkrit serta dapat ditindaklanjuti. Mari kita jadikan Rapat Umum Anggota IDPRO 2026 ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi untuk membangun ekosistem pusat data Indonesia yang kompetitif, inklusif, dan berlanjutan. Semoga forum ini menghasilkan kerja sama yang nyata bagi kemajuan industri dan perekonomian di Indonesia,” pungkas Sahli Haryo.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM