BerandaPemerintahGandeng ASEAN-UK, BPOM Buka Pelatihan Laboratorium Keamanan Pangan Bersama Timor-Leste

Gandeng ASEAN-UK, BPOM Buka Pelatihan Laboratorium Keamanan Pangan Bersama Timor-Leste

BPOM bersama Autoridade de Inspeção e Fiscalização da Atividade Económica, Sanitária e Alimentar (AIFAESA, I.P) Timor-Leste dan ASEAN–UK Health Security Partnership membuka kegiatan Food Safety Laboratory Technical Training, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan kapasitas laboratorium dan sistem pengawasan keamanan pangan melalui kerja sama serta pertukaran keahlian antarnegara.

Delegasi AIFAESA dipimpin oleh Inspector General AIFAESA, I.P Odete da Silva Viegas, didampingi oleh Director of Planning Operational, Food Risk Analysis and Laboratory AIFAESA, I.P Angelo Edmundo Belo; Project Lead Technical Training AIFAESA, I.P Josefina Clarinha Joao; dan Head of Human Resources Section AIFAESA, I.P Mirando Lino Martins. Selain itu, hadir 10 peserta pelatihan dari Laboratorium AIFAESA, I.P. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari ASEAN–UK Health Security Partnership Programme, UK Mission to ASEAN di bawah Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO), serta Counsellor in Economic and Technical Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili Banga Malewa.

- Advertisement -

Dalam sambutannya, Inspector General AIFAESA, I.P Odete da Silva Viegas menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan di bidang keamanan pangan menjadi kebutuhan penting bagi Timor-Leste. Selain berkaitan dengan perlindungan kesehatan masyarakat, keamanan pangan juga memberikan dampak terhadap sektor strategis seperti perdagangan, industri, dan pariwisata.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperluas kolaborasi, mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperbaiki, serta memperoleh dukungan dan pendampingan dari para ahli yang memiliki kompetensi di bidang terkait,” ujar Odete.

Ia menambahkan bahwa AIFAESA, I.P masih membutuhkan peningkatan kapasitas, termasuk dalam proses akreditasi dan sertifikasi laboratorium. Pelatihan ini diharapkan dapat mendukung penguatan kompetensi sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kualitas sistem pengawasan keamanan pangan di Timor-Leste.

Sementara itu, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan kesiapan Indonesia untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan kapasitas regulatori yang telah dibangun kepada negara mitra. Menurutnya, kemampuan laboratorium merupakan salah satu unsur penting dalam membangun sistem regulasi yang kuat dan kredibel.

“Kami memiliki fasilitas yang baik, kapasitas yang memadai, kompetensi yang kuat, serta sumber daya manusia yang berkualitas. Seluruh kekuatan ini ingin kami bagikan kepada Anda,” ujar Taruna Ikrar.

Taruna menekankan bahwa kolaborasi dengan Timor-Leste tidak hanya dipandang sebagai kerja sama kelembagaan, tetapi juga sebagai bentuk hubungan antarsesama negara sahabat di kawasan. Melalui pelatihan teknis ini, pengalaman Indonesia di bidang regulasi dan pengawasan diharapkan dapat mendukung pengembangan kapasitas AIFAESA, I.P secara berkelanjutan.

Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan juga disampaikan oleh Nathan Post dari UK Mission to ASEAN di bawah Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO). Ia menyampaikan bahwa keamanan pangan merupakan bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus memiliki kaitan erat dengan aktivitas perekonomian dan perdagangan lintas negara.

“Hari ini merupakan tonggak penting, bukan hanya dalam memperkuat sistem keamanan pangan, tetapi juga dalam membangun hubungan, mempererat kemitraan, serta meningkatkan keahlian dan kapasitas kelembagaan yang akan mendukung keberlanjutan sistem ini pada masa mendatang,” ungkapnya.

Menurut Nathan Post lagi, ASEAN–UK Health Security Partnership mendorong pendekatan peer-to-peer exchange. Dengan demikian, diharapkan keahlian yang telah dimiliki negara-negara ASEAN dapat dibagikan kepada negara mitra dengan tetap disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan peserta ke laboratorium di Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN). Pelatihan teknis selanjutnya dilaksanakan selama 4 hari pada 13–16 Oktober 2026, berupa pelatihan kimia pangan di PPPOMN. Selain itu, pada 13–15 Oktober 2026, peserta juga mengikuti pelatihan mikrobiologi dan biologi molekuler sebagai bagian dari penguatan kompetensi teknis laboratorium AIFAESA, I.P di bidang pengujian keamanan pangan.

Pelaksanaan Food Safety Laboratory Technical Training diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam pelaksanaan pengujian keamanan pangan, tetapi juga menjadi fondasi kerja sama jangka panjang antara Indonesia, Timor-Leste, dan mitra internasional. Penguatan kapasitas laboratorium tersebut pada akhirnya diharapkan dapat mendukung sistem pengawasan pangan yang lebih andal serta meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat di kawasan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM