Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura memastikan ketersediaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) tetap terjaga untuk mendukung pelayanan kesehatan hingga perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey, mengatakan pihaknya telah mengatur pengelolaan anggaran sejak awal tahun untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan, khususnya menjelang akhir tahun ketika rumah sakit harus tetap memenuhi berbagai kebutuhan medis di tengah keterbatasan anggaran.
“Mudah-mudahan aman. Kita atur baik, kita baku jaga saja. Sejauh ini aman karena RSUD Jayapura BLUD, bukan non-BLUD,” ujar Andreas.
Menurutnya, status RSUD Jayapura sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mendukung pengelolaan keuangan rumah sakit agar kebutuhan operasional dan pelayanan dapat diatur sesuai prioritas.
Dengan pengelolaan tersebut, rumah sakit berupaya memastikan kebutuhan obat-obatan dan BMHP tetap tersedia untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Selain menjaga ketersediaan kebutuhan medis, RSUD Jayapura juga berkomitmen mempertahankan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.
Andreas menjelaskan, dukungan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan juga memperoleh tambahan anggaran melalui APBD Perubahan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan bantuan pembiayaan.
Ia menegaskan, langkah antisipasi dilakukan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan, baik dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan dan bahan medis maupun dalam membantu pasien yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Dengan pengelolaan anggaran dan pemenuhan kebutuhan medis yang terencana, RSUD Jayapura berupaya menjaga kesinambungan pelayanan kepada masyarakat hingga akhir tahun, termasuk selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






