Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) siap melanjutkan kolaborasi dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk mengoptimalkan Keong Emas sebagai ruang pertunjukan bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Wakil Menteri (Wamen) Ekraf Irene Umar berharap kolaborasi ini dapat melibatkan beragam subsektor, mulai dari film, animasi, hingga seni pertunjukan, melalui berbagai kegiatan berbasis komunitas.
“Kementerian Ekraf selalu berangkat dari skema dan semangat kolaborasi. Kami melihat Keong Emas bisa menjadi salah satu tempat pertunjukan teater musikal atau masuk dalam roadmap aktivasi subsektor film, serta lokakarya komunitas yang mengoptimalkan venue bagi mereka yang butuh ruang pertunjukan. Tinggal bagaimana membuat setiap program terkurasi dan berkesinambungan sehingga ekosistem kreatif tumbuh bersama,” ungkap Wamen Ekraf dalam audiensi bersama pengelola TMII di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (30/9).
Wamen Ekraf juga menyoroti peluang aktivasi video mapping yang melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus untuk menampilkan karya kreatif secara berkala di kawasan TMII. Dengan demikian, Keong Emas tidak hanya menjadi ruang pemutaran film, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk showcase karya, festival, pertunjukan, workshop, serta berbagai program kreatif lainnya.
“Kami ingin Keong Emas tidak hanya menjadi tempat untuk satu jenis kegiatan, tetapi menjadi ruang yang memberikan panggung kepada komunitas, mahasiswa, dan sineas. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, karya-karya kreatif bisa mendapatkan ruang untuk bertemu dengan publik. Inisiatif ini diharapkan mampu mengembalikan Keong Emas sebagai ruang kreatif yang tetap relevan lintas generasi,” harap Wamen Ekraf.
Sejalan dengan Wamen Ekraf, Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekraf, Doni Setiawan mengusulkan agar Keong Emas mendapat dukungan fasilitasi melalui mitra strategis Kementerian Ekraf, seperti Jakarta Film Commission. Dalam konteks ini, TMII dapat berperan sebagai penghubung, sejalan dengan inisiatif menuju Jakarta Kota Sinema 2027.
“Jakarta saat ini sudah memiliki Jakarta Film Commission yang juga sedang mendorong tersedianya berbagai lokasi untuk kegiatan perfilman. Keong Emas nantinya bisa dihubungkan dan dikembangkan sebagai salah satu destinasi atau lokasi untuk pembuatan film yang dapat masuk dalam kalender perfilman di Indonesia, terutama untuk kegiatan yang bersifat nonkomersial,” jelas Doni Setiawan.
Keong Emas merupakan salah satu ikon TMII yang hadir sejak 20 April 1984 sebagai sarana rekreasi dan edukasi dengan memperkenalkan kekayaan alam serta budaya Indonesia melalui teknologi proyektor IMAX. Dengan kapasitas sekitar 790 kursi, terdiri atas 750 kursi reguler dan 40 kursi VIP, setiap acara yang dihelat Keong Emas dapat menjangkau audiens dalam skala besar.
“Keong Emas itu very iconic yang menjadi bagian paling dikenal dari Taman Mini Indonesia Indah. Kami melihat harus menghidupkan kembali bagaimana ikon Indonesia dalam bentuk wujud nyata yang tidak hanya dikenal tingkat nasional, tapi bisa semakin terlihat secara internasional. Kami ingin Taman Mini sebagai kreatif hub untuk ekraf yang mana ke depannya Keong Emas bisa menjadi tempat event yang tak hanya secara musikal, tetapi juga acara terkait subsektor film sehingga mendapat eksposur lebih luas,” ucap Ratri Paramita sebagai Plt. Direktur Utama TMII.
Turut hadir perwakilan dari TMII di antaranya Plt. Direktur Operasional, Jaya Chandranegara; Business and Product Development Division Head, Eric Lesmana; Tenant Relation and Leasing Division Head, Adisa MB; Corporate Secretary and Legal, Ken Elsa; serta Brand Marketing, Putri Lestari.
Cek Artikel dan Revitalisasi Keong EmasLainnya di Google News






