Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat peran koperasi di sektor industri manufaktur. Dalam waktu dekat, koperasi diproyeksikan akan memiliki pabrik minyak goreng sendiri yang hasilnya akan didistribusikan langsung melalui jaringan koperasi di tingkat akar rumput.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkop Ferry saat menghadiri peluncuran Logo Kongres Nasional/Majelis Tahkin ke-42 Syarikat Islam di Jakarta, Rabu (30/9). Ia menyebut langkah ini sebagai upaya strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan punya pabrik minyak goreng yang diproduksi oleh koperasi sendiri,” ujar Menkop Ferry.
Distribusi Melalui Koperasi Desa
Produk minyak goreng hasil produksi koperasi tersebut nantinya akan dipasarkan melalui gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta jaringan koperasi lainnya. Dengan masuknya koperasi ke sektor produksi, Menkop Ferry berharap pola konsumsi masyarakat dapat beralih dari produk perusahaan besar ke produk buatan koperasi.
Langkah ini diambil sebagai respons atas ketimpangan penguasaan lahan dan industri sawit di Indonesia. Menkop Ferry menyoroti data bahwa sekitar 20 perusahaan besar saat ini menguasai 52 persen lahan perkebunan sawit nasional, termasuk kendali atas pabrik Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya.
“Uangnya hanya muter kepada 100–200 keluarga. Jadi, sekarang stop. Kita akan gantikan. Kami kemarin sudah meresmikan pabrik-pabrik CPO oleh koperasi, sekarang kami tidak mungkin lagi membiarkan kita tergantung kepada minyak goreng dari perusahaan-perusahaan tersebut,” tegasnya.
Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi
Upaya ini merupakan kelanjutan dari program hilirisasi sawit yang telah dimulai sebelumnya. Pada 12 Agustus lalu, Menkop telah meresmikan pabrik pengolahan CPO yang dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Saat ini, produk CPO dari KUD Sejahtera masih dipasarkan kepada mitra industri seperti Wilmar. Namun, ke depannya, Menkop Ferry mendorong koperasi sawit untuk memperluas usaha ke fasilitas pemurnian (refinery) agar bisa menghasilkan minyak goreng siap konsumsi secara mandiri.
Menurut Ferry, transformasi ini menunjukkan keseriusan koperasi untuk tidak lagi hanya bermain di sektor simpan pinjam, tetapi masuk secara masif ke sektor produksi, distribusi, hingga industri skala besar.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






