Pasokan beras di Kabupaten Lebak, Banten, terpantau stabil dengan stok yang mencukupi hingga akhir tahun. Kondisi ini juga diikuti pergerakan harga beras medium yang mulai turun di tingkat pedagang, memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh beras dengan harga yang semakin terjangkau.
Kondisi tersebut terlihat saat pemantauan di sejumlah titik penjualan beras di Pasar Induk Rangkasbitung, Rabu (7/10/2026). Ketersediaan beras di berbagai titik penjualan berjalan baik, sementara pasokan dari sejumlah daerah di Banten terus mengisi kebutuhan pasar.
Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Aulia Sofyan, mengatakan stok beras yang ditemui di lapangan masih mencukupi. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kelancaran pasokan sekaligus mendukung kestabilan harga beras hingga akhir tahun.
“Alhamdulillah, tadi kita sudah mengunjungi beberapa titik, salah satunya Pasar Induk Rangkasbitung. Kita melihat stok beras masih mencukupi dan kita harapkan sampai akhir tahun stok ini masih cukup. Kami juga berharap harga tetap stabil,” kata Aulia.
Kondisi pasokan yang stabil turut dirasakan pedagang. Danny, salah seorang pedagang di Pasar Induk Rangkasbitung, mengatakan pasokan beras lokal tersedia dengan baik dan menjadi salah satu sumber beras yang diutamakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah pasokan beras stabil. Saya lebih mengutamakan pasokan dari beras lokal. Harga beras medium saat ini ada sedikit penurunan sekitar Rp. 400 per kilogram,” ujar Danny.
Danny menyebut stok beras medium yang tersedia di tempatnya mencapai sekitar dua ton. Ia juga mengatakan penyaluran bantuan pangan turut memengaruhi pola pembelian masyarakat di pasar. “Sejak bantuan pangan digelontorkan, penjualan sedikit mengalami penurunan,” tuturnya.
Pedagang lainnya, Anwar, juga menyampaikan ketersediaan beras tetap terjaga. Beras medium yang dijualnya berada pada kisaran Rp. 13.500 hingga Rp. 14.000 per kilogram, sedangkan beras premium berada pada kisaran Rp. 14.500 hingga Rp. 14.700 per kilogram. Pasokan beras medium dan premium tersebut antara lain berasal dari Pandeglang.
“Untuk stok, beras medium sekitar satu ton dan beras premium sekitar delapan ton. Beras medium dan beras premium berasal dari Pandeglang,” kata Anwar.
Pilihan beras dengan harga yang terjangkau juga tersedia melalui beras SPHP. Sebanyak tujuh pedagang yang menjadi mitra Bulog di Kabupaten Lebak turut menjual beras SPHP dengan harga maksimal Rp. 12.500 per kilogram, sehingga masyarakat memiliki pilihan pasokan beras.
Selain itu, stok yang kuat di Gudang Bulog Kabupaten Lebak juga memastikan ketersediaan dan pasokan beras ke pedagang tetap aman. Berdasarkan data per 6 Oktober 2026, stok beras mencapai 15.750 ton, termasuk stok beras SPHP sebanyak 160 ton.
Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog DKI Jakarta dan Banten, Herdian Denda Dinata, mengatakan stok tersebut menjadi salah satu penopang untuk menjaga kelancaran pasokan beras di wilayah Lebak dan sekitarnya. “Stok beras total di Gudang Bulog Kabupaten Lebak sebanyak 15.750 ton, sedangkan stok beras SPHP sebanyak 160 ton,” ujar Herdian.
Pada tingkat nasional, Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 memperkirakan stok akhir beras mencapai sekitar 16 juta ton. Proyeksi tersebut memperhitungkan stok awal tahun sekitar 12,4 juta ton, produksi beras sekitar 34,7 juta ton, dan kebutuhan konsumsi sekitar 31,2 juta ton.
Ketersediaan nasional juga diperkuat stok beras Bulog yang mencapai sekitar 4,5 juta ton per 7 Oktober 2026. Stok tersebut terdiri atas cadangan pangan pemerintah dan komersial yang menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pasokan serta mendukung stabilisasi harga beras.
Dengan pasokan yang tetap tersedia di pasar, dukungan stok yang kuat di daerah dan nasional, serta harga yang mulai bergerak turun, kondisi perberasan menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara ketersediaan, harga, dan mutu beras agar masyarakat memperoleh pasokan yang cukup dengan harga yang stabil hingga akhir tahun.
Pemantauan tersebut dilakukan secara bersama oleh Badan Pangan Nasional, Dinas Pangan Provinsi Banten, Dinas Pangan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lebak, Satgas Pangan Polda Banten dan Polres Lebak, Bulog Kanwil DKI-Banten, Bulog Kancab Lebak, serta UPTD Pasar Kabupaten Lebak.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






