BerandaPemdaPelaksanaan Uji Coba MBG Prasmanan di SDN Soprayan Sleman

Pelaksanaan Uji Coba MBG Prasmanan di SDN Soprayan Sleman

Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SD Negeri Soprayan, Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman dilaksanakan pada 5-16 Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya di tiga hari pertama, skema ini dinilai efektif mengurangi sisa makanan.

Wakil Kepala Sekolah SDN Soprayan, Murwoko yang ditemui pada Kamis (08/10) di sela pemberian MBG menuturkan, pembagian MBG secara prasmanan memang diterapkan sebagai langkah nyata untuk menilai langsung efektivitas distribusi MBG di tingkat sekolah dasar. Menurutnya, melalui mekanisme prasmanan, para siswa memiliki keleluasaan menentukan takaran makanan masing-masing.

- Advertisement -

“Untuk MBG prasmanan ini, ternyata efektif mengurangi sisa makanan yang terbuang. Anak-anak bisa habis makannya, karena anak-anak bisa langsung bilang ke petugas untuk dikurangi nasi atau sayurnya sesuai dengan porsi mereka, secukupnya porsi anak. Kalau pembagian sebelumnya, ada beberapa anak yang (makanannya) tidak habis,” ungkapnya.

Dijelaskan Murwoko, skema prasmanan MBG ini juga menjadi media pembelajaran mandiri bagi para siswa. Mereka dilatih untuk mengenali kapasitas diri, bertanggung jawab atas makanan yang dipilih, serta menghargai ketertiban saat mengantri.

Murwoko menambahkan, uji coba ini menyasar 59 siswa kelas 4, 5, dan 6, di mana dalam pelaksanaannya para siswa didampingi langsung oleh guru kelas, serta petugas MBG sekolah. Para siswa mengantre secara tertib di meja saji yang telah disediakan, kemudian membawa makanan mereka kembali ke ruang kelas masing-masing untuk makan bersama.

Murwoko pun mengakui, alur MBG prasmanan memang membutuhkan waktu distribusi yang sedikit lebih panjang dibandingkan pembagian makanan langsung ke kelas. Namun pihak sekolah telah menyiasatinya melalui penyesuaian jadwal istirahat. Pada istirahat pertama diberikan tambahan waktu 10 menit, sehingga menjadi 30 menit. Sementara waktu istirahat kedua dipangkas dari 20 menit menjadi 10 menit saja, sehingga jam pelajaran tetap terpenuhi dan waktu kepulangan siswa tetap tepat waktu.

Pelaksanaan uji coba MBG prasmanan ini akan terus dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari ketepatan takaran gizi, ketertiban, hingga kenyamanan para siswa. Seluruh catatan lapangan selama masa uji coba, nantinya menjadi bahan kajian bersama dalam mematangkan mekanisme penyaluran MBG yang lebih efektif di DIY.

Sebagai informasi, terdapat dua sekolah yang ditunjuk sebagai pelaksana uji coba MBG prasmanan ini. Selain SDN Soprayan, ada pula SD Muhammadiyah Bantar, Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo. Dengan jadwal pelaksaaan uji coba yang sama, sasaran siswa di SD Muhammadiyah Bantar sedikit berbeda. Uji coba hanya melibatkan siswa kelas 5 dan 6 dengan jumlah 47 siswa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM