Bagi masyarakat Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, ibadah haji memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Karena itu, pembekalan calon jemaah sejak jauh hari dinilai penting agar mereka tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga lebih siap dan mandiri menghadapi berbagai dinamika Manasik Sepanjang Tahun SAHABAT elama berada di Tanah Suci.
Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Afief Mundzir, mengatakan manasik merupakan bagian penting dalam mempersiapkan jemaah sebelum keberangkatan. Pembekalan tidak hanya berkaitan dengan rukun dan wajib haji, tetapi juga pengetahuan praktis yang dibutuhkan jemaah selama menjalankan ibadah.
Hal itu disampaikan Afief saat membuka Manasik Sepanjang Tahun SAHABAT Kementerian Haji dan Umrah Kota Banda Aceh, yang diikuti sekitar 500 calon jemaah haji keberangkatan 2027 di Masjid Babuttaqwa, Gampong Batoh, Banda Aceh, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Afief, penyelenggaraan haji terus mengalami perkembangan. Berbagai ketentuan dan pola pelayanan dapat berubah mengikuti kebijakan penyelenggara haji. Karena itu, jemaah perlu memanfaatkan masa persiapan dengan sebaik-baiknya agar memiliki bekal pengetahuan yang cukup ketika berada di Tanah Suci.
“Jemaah yang dibimbing sejak dini akan lebih siap memahami tata cara ibadah, menjaga kesehatan sejak dini, dan menampilkan adab mulia selama di Tanah Suci,” kata Afief.
Ia mengapresiasi inisiatif Kantor Kemenhaj Kota Banda Aceh yang menghadirkan manasik secara mandiri, kolektif, dan berkelanjutan. Menurutnya, pembinaan sejak dini akan membantu jemaah menjadi lebih siap dalam menjalankan ibadah sekaligus memahami berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan selama di Tanah Suci.
Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui program SAHABAT, akronim dari “Sukses Hajinya, Berdaya Ekonominya, dan Tinggi Adabnya”. Program ini dirancang sebagai manasik sepanjang tahun yang memberikan pembekalan secara terprogram dan berkelanjutan.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Banda Aceh, M. Iqbal, mengatakan SAHABAT dibangun dengan semangat menjadikan jemaah sebagai mitra yang dibina dan didampingi sejak awal.
“Jemaah tidak boleh diperlakukan sebagai objek atau komoditas. Kami ingin dekat, mendengar, dan menuntun seperti seorang sahabat,” kata Iqbal.
Manasik SAHABAT dijadwalkan berlangsung dalam 11 kali pertemuan setiap Sabtu hingga 9 Januari 2027. Pembinaan juga melibatkan unsur kesehatan untuk membantu memantau kesiapan calon jemaah.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, manasik diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori ibadah. Lebih dari itu, calon jemaah dipersiapkan agar semakin memahami ibadahnya, menjaga kesehatan, memiliki adab selama di Tanah Suci, serta mampu menjalani rangkaian haji dengan lebih mandiri.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






