BerandaGovernment AchievementSuyudi Ario Seto Raih TOP GPR Figure Award 2026, Apresiasi atas Penguatan...

Suyudi Ario Seto Raih TOP GPR Figure Award 2026, Apresiasi atas Penguatan Komunikasi Publik dan Upaya Pemberantasan Narkoba

Jenderal Suyudi Ario Seto meraih penghargaan TOP GPR Figure Award 2026 dari GPR Institute atas kiprahnya dalam membangun komunikasi publik dan memperkuat citra serta reputasi institusi saat mengemban amanah sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).

Penghargaan tersebut diterima oleh Plt. Deputi Pencegahan BNN RI, Brigjen Tri Julianto Djatiutomo yang mewakili Suyudi Ario Seto di Manhattan Hotel Jakarta, Selasa (13/10/2026).

- Advertisement -

Saat ini, Jenderal Suyudi Ario Seto dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kinerja komunikasi publik yang dijalankan selama kepemimpinannya di BNN RI.

TOP GPR Figure Award 2026 merupakan penghargaan yang diberikan kepada figur pemimpin di lingkungan pemerintahan yang dinilai berhasil mengimplementasikan strategi Digital Public Relations dalam membangun komunikasi yang efektif, meningkatkan keterlibatan publik (engagement), serta memperkuat citra dan reputasi positif, baik bagi dirinya maupun institusi yang dipimpin.

Penilaian TOP GPR Figure Award 2026 mengacu pada tiga aspek utama, yakni Digital Awareness Aspect, Digital Media Aspect, dan Social Media Aspect.

Aspek Digital Awareness mengukur tingkat perhatian publik terhadap figur pemimpin melalui jumlah ulasan dan pencarian di internet dalam kurun waktu satu tahun berdasarkan kata kunci yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Digital Media Aspect mengukur jumlah pemberitaan mengenai figur pemimpin di berbagai media digital selama satu tahun terakhir, termasuk kecenderungan sentimen pemberitaan, baik positif, netral, maupun negatif.

Adapun Social Media Aspect menilai popularitas dan interaksi figur pemimpin dengan masyarakat melalui empat platform media sosial, yaitu Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok. Aspek ini mencakup jumlah pengikut serta tingkat keterlibatan atau engagement yang terbangun dengan pengguna media sosial.

Perkuat Komunikasi Publik dan Partisipasi Masyarakat

Mewakili Kapolri, Brigjen Tri Julianto Djatiutomo menyampaikan apresiasi kepada GPR Institute atas penghargaan yang diberikan kepada Jenderal Suyudi Ario Seto.

“Bapak Kapolri mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada GPR Institute atas penghargaan sebagai TOP GPR Figure Award 2026,” ujar Tri Julianto.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi BNN RI untuk terus memperkuat komunikasi publik yang transparan dan terpercaya. Komunikasi publik yang baik dinilai penting dalam meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Ia juga menyoroti capaian pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan BNN RI pada masa kepemimpinan Suyudi Ario Seto. Menurutnya, salah satu capaian penting menjelang pergantian amanah tersebut adalah pengungkapan sekitar delapan ton narkotika.

“Bapak Kapolri saat menjabat sebagai Kepala BNN RI betul-betul melakukan kegiatan pencegahan dan pemberantasan, dengan dibuktikan terakhir sebelum menjadi Kapolri mengungkap sekitar delapan ton narkotika yang bisa menyelamatkan 34 juta jiwa,” ungkapnya.

Tri menegaskan bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Kolaborasi antara masyarakat, kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman bahaya narkoba.

“Ini juga menjadi pedoman bagi kita semua bahwa semua itu merupakan dukungan dari masyarakat Indonesia, kementerian dan lembaga sehingga BNN bisa mencegah dan melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman bahaya narkoba,” tambahnya.

Penghargaan TOP GPR Figure Award 2026 diharapkan dapat menjadi dorongan bagi para pemimpin instansi pemerintah untuk terus mengembangkan strategi komunikasi publik yang adaptif terhadap perkembangan digital, terbuka terhadap partisipasi masyarakat, serta berorientasi pada peningkatan kepercayaan publik.

Melalui komunikasi publik yang efektif dan kolaborasi lintas sektor, upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika diharapkan semakin kuat, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM