Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Selangkah Lagi BRI Agro akan Menjadi Bank Digital

SuaraPemerintah.id – PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO) tinggal selangkah lagi menjadi bank digital. Perseroan hanya tinggal menunggu dikeluarkannya izin operasional. Langkah PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) atau BRI Agro menjadi bank digital kian terang. Perseroan resmi menyampaikan permohonan izin sebagai bank digital ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun, untuk masuk ke bank digital ini, masih ada beberapa persiapan yang harus dibutuhkan, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, target pasar, hingga produk yang akan dijual oleh BRI Agro.

- Advertisement -

Seperti diketahui, rencana PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengantarkan anak usahanya, BRI Agro sebagai bank digital sempat mengemuka belum lama ini.

Direktur Legal, Compliance and Human Capital BRI Agro Ernawan mengakui pihak AGRO telah mengurus izin sebagai bank digital kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

- Advertisement -

“Untuk izin BRI agro sebagai bank digital masih dalam proses di OJK. Kalau persetujuan dari OJK sudah keluar, nanti kami sampaikan,” ujar Ernawan kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Sebelumnya Direktur Utama BRI, Sunarso menyebut, secara bisnis, BRI Agro saat ini dinilai sudah cukup baik. Sehingga untuk mengganti model bisnis BRI Agro menjadi bank digital cukup memungkinkan. Nantinya ini akan menjadi kendaraan bagi BRI untuk masuk ke bank digital.

Selain itu bank besar lain seperti PT Bank Central Asia Tbk juga sudah siap masuk ke bisnis digital. Perseroan optimistis bisa meluncurkan neo bank pada paruh pertama 2021.

Bahkan Direktur BCA Vera Eve Lim menegaskan perseroan sudah melakukan piloting untuk peluncuran PT Bank Digital BCA pada tahun ini.

“Bank digital BCA ini sudah piloting uji coba live secara internal. Kami akan luncurkan di semester pertama tahun ini. Di tunggu saja, kami akan siap melayani nasabah terutama milenial,” ujar Vera dalam sesi webinar kemarin di Jakarta.

Pengamat ekonomi dari lembaga Inventure Knowledge Yuswohady menilai tren bank digital akan direspon cepat perbankan besar. Ini karena perbankan sudah diatur ketat dengan banyak regulasi. Khususnya bank besar sehingga mereka cenderung akan selalu berkompetisi dengan ketat.

“Biasanya kalau satu bank besar ke utara, semua akan ikut. Dulu BCA kembangkan ATM dan digital bank. Tidak lama bank lain saling tiru. Mereka akan cepat kejar-kejaran. Sekarang arahnya kekuatan data. Mereka akan berkomunikasi dengan konsumen lewat channel digital. Dua tahun ini baru awalnya saja,” ujar Yuswohady. (red/pen)

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru