SuaraPemerintah.id – Sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing di bidang ekonomi, Kementerian ESDM menyusun grand strategi energi nasional untuk membagun Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS). Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana dalam diksusi Central Java Solar Day 2021 secara virtual, menilai bahwa PLTS dapat menjadi opsi terbaik dalam mendorong percepatan pemamfaatan bauran energy sebesar 23% di tahun 2025, Selasa (16/2/2021).
“Kami melihat pendekatan yang paling cepat melalui program pemanfaatan energi surya. Kan ini ada dimanapun, tidak terlalu sulit untuk studi kelayakan membangun PLTS, apalagi untuk di atas atap (rooftop),” kata Dadan.
Demi mendukung pencapaian tersebut, Dadan menuturkan bahwa Kementrian ESDM tengah menyiapkan strategi energi nasional untuk jangka panjang menengah hingga tahun 2035.
“Fokus kita bisa mengurangi atau menghilangkan impor dari energi bahan bakar minyak. Kemudian kita menggeser dari yang sifatnya fosil ke energi terbarukan,” tambahnya.
Dadan menjelaskan, PLTS menjadi prioritas utama pengembangan energi di masa mendatang. Dalam perencanaan tersebut, pembangunan PLTS dalam mengembankan energy akan mendapat pemberian intensif khusus.
“Dalam grand strategi energi nasional, PLTS merupakan salah satu prioritas untuk kita lakukan secara cepat. Kami ada program PLTS terapung, dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) sekarang sedang disusun dan kami akan memasukkan semua waduk yang ada di Jawa,” jelas Dadan.
Hingga saat ini, salah satu PLTS yang sedang dibangun adalah PLTS Terapung Cirata.
“Angkanya cukup baik dari sisi harga sudah bisa masuk di bawah BPP (Biaya Pokok Penyediaan Listrik) pembangkitan Jawa,” ujar Dadan.
Menurutnya, pengembangan PLTS ini akan jauh lebih baik apabila dikombinasikan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Terdapat hampir semua PLTA digunakan sebagai peaker yang hanya berfungsi saat beban puncak dan tidak dapat digunakan lagi elama 24 jam karena ketersediaannya semakin terbatas.
“Umumnya dipakai sore hari, nah siangnya, logisnya, PLTA digantikan dengan PLTS, jadi ini PLTA dan PLTS ini saling mengisi,” terangnya.
Melalui pemanfaatan PLTS, Pemerintah berharap dapat meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi dengan berpijak kepada energi bersih.
“Pada saatnya, kita bisa meningkatkan daya saing dari sisi kegiatan ekonomi,” tegas Dadan.(red/rifki)


.webp)
















