Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Kadin Jatim Bidik Peluang Kerjasama Pariwisata dan Permata ke Sri Lanka

SuaraPemerintah.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur membidik peluang kerja sama sektor pariwisata dan permata dari Sri Lanka. Hal ini dimungkinkan setelah adanya pertemuan virtual pengurus organisasi perdagangan itu dengan Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN H.E. Yasoja Gunasekera.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto di Surabaya, Rabu, 17 Maret 2021, yang mengatakan sektor pariwisata di daerahnya memiliki banyak keunggulan, sehingga layak ditawarkan ke berbagai negara, termasuk Sri Lanka. Pihaknya tengah menyiapkan beberapa tempat yang layak dikunjungi dan paket perjalanan untuk wisatawan mancanegara.

- Advertisement -

“Walaupun masih pandemi, kami sudah menyiapkan paket perjalanan untuk wisatawan mancanegara 18 hari keliling Jatim. Kami sedang menyiapkan beberapa tempat yang layak dikunjungi, mulai dari Banyuwangi, Bromo, Madura hingga Mojokerto, bekerja sama dengan expert dari Belanda. Expert ini juga memiliki agen wisata di Belanda, kami juga telah lama menjalin kerja sama dengan PUM Netherland dalam berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan sektor agribisnis hingga peningkatan kinerja UMKM,” kata Adik.

Adik menyebut beberapa destinasi wisata dan budaya yang sangat menarik di Jatim di antaranya Banyuwangi dengan Gunung Ijen dan sejumlah pantainya, Gunung Bromo dengan pemandangan alam dan lautan pasirnya, Sumenep yang memiliki pulau dengan oksigen terbersih kedua di dunia dan Trowulan Mojokerto yang sarat dengan budaya Budha dan situs ataupun peninggalan zaman Majapahit.

- Advertisement -

Terkait perdagangan pertama, Adik mengaku, banyak pebisnis Sri Lanka yang berkunjung ke Surabaya untuk menjual permata yang digunakan sebagai bahan pembuatan perhiasan. Saat ini kerjasama perdagangan hanya terbatas perorangan bukan untuk jangka yang panjang.

“Hanya saja, hubungan tersebut terbatas business to business perseorangan dan tidak ada landasan kerja sama jangka panjang. Terlebih Jatim juga memiliki potensi besar dalam sektor perhiasan sementara Sri Lanka memiliki potensi permata yang sangat besar,” katanya.

Ia berharap, kerja sama ini berdampak positif pada banyak sektor turunannya, mulai dari perhotelan, UMKM hingga sektor agro dan lainnya sehingga ekonomi bisa kembali berjalan.

“Jatim adalah salah satu provinsi yang menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua nasional. Kami optimistis pada triwulan II/2021 nanti ekonomi Jatim sudah bisa kembali berlari,” katanya.

Sementara menanggapi hal itu, H.E. Yasoja Gunasekera mengaku kagum dengan keunggulan wisata Jatim, dan tertarik pada sektor pariwisata dengan paket perjalanan 18 hari keliling daerah ini.

“Jatim dengan Sri Lanka memiliki banyak kesamaan dari sisi budaya Budha. Di Sri Lanka, sebagian besar penduduknya menganut agama Budha. Di sana juga banyak terdapat destinasi budaya Budha seperti Kandy. Ini bisa dijadikan peluang kerja sama tourism travel kedua negara. Masyarakat Jatim juga banyak yang menganut Budha dan Sri Lanka juga sehingga orang dari negara itu bisa belajar budaya Budha di provinsi ini,” katanya.

Sementara dalam pertemuan itu, dihadiri juga Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Jatim Perdagangan Internasional Tomy Kayhatu, WKU Kadin Jatim Bidang Jaringan Antarpulau Diar Putra Kusuma, WKU Kadin Jatim Bidang Logistik Hengky Pratoko dan sejumlah WKU Kadin Jatim lainnya. (red/pen)

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru