BerandaPemdaPemprov DKI Larang Warga Salat Jumat di Masjid Kawasan Zona Merah

Pemprov DKI Larang Warga Salat Jumat di Masjid Kawasan Zona Merah

SuaraPemerintah.idWakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melarang umat Muslim menggelar salat Jumat di masjid yang masuk kawasan zona merah hingga 5 Juli 2021 mendatang.

Riza menyebutkan hal tersebut tertuang pada Keputusan Gubernur Nomor 796 Tahun 2021 tentang Pengetatan di Berbagai Sektor Saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Hal itu sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

- Advertisement -

“Tugas kami pemerintah daerah melaksanakan apa yang sudah diputuskan oleh Satgas pusat dan Kemendagri, termasuk ibadah diminta dilaksanakan di rumah, termasuk salat Jumat berarti ditiadakan salat Jumat di masjid,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis (24/6/2021).

Dia menyebut larangan salat Jumat berlaku hanya di zona merah Covid-19.

“Iya untuk zona merah, diperbolehkan yang bukan zona merah, tetapi Jakarta ini sudah hampir semua zona merah,” ujar dia.

Namun demikian, Riza memastikan, walaupun salat Jumat dilarang, namun kumandang azan tetap ada dan diperbolehkan.

“Kalau azan boleh, azan tidak dilarang,” ucap dia.

Saat ini menurutnya, hampir seluruh DKI Jakarta zona merah atau terdapat 2.116 RW yang terindikasi mengalami peningkatan.

“Ya terjadi peningkatan, dari yang sebelumnya, jadi dari 267 kelurahan itu, 265 kelurahan ini positif, tinggal dua kelurahan lagi yang tidak positif,” ucap Riza.

Berdasarkan data dalam laman corona.jakarta.go.id, hingga saat ini ada 2.166 RW dengan memiliki kasus positif aktif yang tersebar di Jakarta Utara sebanyak 349 RW, Jakarta Timur 568 RW, Jakarta Selatan (480 RW), Jakarta Pusat (285 RW) dan Jakarta Barat (484 RW).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, tren kasus aktif virus corona pada anak di bawah usia 18 tahun masih bertambah. Sebanyak 15 persen dari 7.505 kasus positif Covid-19 pada hari ini adalah anak-anak.

“Dengan perincian, yaitu 830 kasus adalah anak usia 6-18 tahun dan 282 kasus adalah anak usia 0-5 tahun,” tutur Dwi.

Dinkes DKI Jakarta pun mengingatkan pentingnya menjaga anak agar tetap di rumah saja di masa pandemi Covid-19.

“Penting sekali bagi para orang tua agar menjaga anak-anaknya lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi,” imbau Dwi.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM