SuaraPemerintah.ID– PT Waskita Karya (Persero) Tbk saat ini telah menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di bangunan Madinah, Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pun meninjau lokasi tersebut pada Kamis (5/8) lalu. Saat peninjauan, keduanya puas dengan hasil yang dikerjakan Waskita.
Ini merupakan kunjungan Menteri Kabinet Indonesia Maju kedua ke rumah sakit setelah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akhir Juli lalu. Tidak hanya para Menteri, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, juga mengunjungi rumah sakit ini. Luhut sempat memuji peralatan yang ada di rumah sakit karena semua buatan dalam negeri.
“Very good. Senang melihat fasilitas yang tersedia apalagi semua buatan dalam negeri,” kata Luhut Binsar Panjaitan.
“Terus semangat! Teman-teman Donohudan hebat!,” sambung Budi Gunadi Sadikin.
Kemudian didampingi oleh Project Manager Waskita untuk Rumah Sakit Darurat Covid-19 Asrama Haji Donohudan, Supriyanto, Luhut, Budi, dan Gibran sempat melihat ke dalam rumah sakit. Gibran pun sempat menyemangati para pekerja proyek.
“Maju terus Waskita!”, ucap Gibran.
Sebelumnya Basuki Hadimuljono dan Ganjar Pranowo juga sempat melihat proses pembangunan rumah sakit ini. Basuki saat itu mengatakan, alat Kesehatan sudah akan masuk pada akhir Juli dan rumah sakit ini akan diperuntukan untuk gejala ringan dan sedang.
“Saat ini kita berada di Asrama Haji Donohudan dimana kita sedang menyiapkan Gedung Madinah untuk fasilitas isolasi dan treatment pasien COVID-19. Mudah-mudahan 31 Juli 2021 sudah selesai semua dan alat kesehatan (Alkes) masuk. Khusus untuk wilayah Solo Raya, Asrama Haji Donohudan diperuntukan bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan sedang,” terang Basuki.
Sementara itu, Director of Operation I PT Waskita Karya (Persero) Tbk I Ketut Pasek Senjaya Putra menyampaikan saat ini pengerjaan sudah selesai 100%. Pasek menjelaskan ada 6 item pengerjaan yang dilakukan Waskita pada pembangunan rumah sakit darurat ini, antara lain, pekerjaan arsitektur, pekerjaan mekanikal dan elektrikal, plumbing, elektronika, tata udara dan gas medis.
“Item-item itu dikerjakan dalam waktu 14 hari. Saat ini progresnya sudah 100% selesai. Kami bersyukur Pak Luhut, Pak Basuki, Pak Budi sudah melihat langsung pembangunan yang Kami kerjakan dan Kami mendapatkan pujian yang baik. Semoga rumah sakit ini berguna untuk pasien Covid di Solo Raya,” ucap Pasek.
Sedangkan Senior Vice President Building Division PT Waskita Karya (Persero) Tbk Anak Agung Gede Sumadi menjelaskan bahwa pembangunan ruang perawatan ini juga sebagai bentuk kepedulian Waskita dalam mengatasi pandemi Covid-19. Di dalam rumah sakit darurat ini, dibeberkan Agung, memiliki 352 kamar tidur.
“Itu ada 8 bed HCU memanfaatkan aula makan, kemudian 344 bed dengan kapasitas tiap kamar 4 bed yang ada di sebagian lantai 1, seluruh lantai 2 dan seluruh lantai 3,” imbuh Agung.
Lebih jauh Agung menerangkan bahwa HCU akan dilengkapi dengan instalasi medis dan penghawaan ruangan.
“Termasuk juga ruang perawatan pasien covid gejala sedang dengan kelengkapan instalasi medis dan penghawaan ruang,” tutup Agung.


.webp)
















