spot_img

BERITA UNGGULAN

Umrah Mulai Dibuka, DPR RI: Kita Atur Skema Penyelenggaraan

SuaraPemerintah.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori memberikan apresiasi atas pembukaan kembali penyelenggaraan ibadah umrah di Arab Saudi bagi para calon jemaah asal Indonesia. Dalam menindaklanjuti hal ini, pihaknya meminta agar pemerintah Indonesia segera menyiapkan skema protokol kesehatan (prokes) bagi para calon jemaah yang akan melakukan ibadah umrah.

“(Pembukaan umrah) itu kabar baik bagi kita semua. Kendati demikian, penyelenggaraan perlu dipastikan memperhatikan (prokes) yang optimal. Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama mengambil tanggung jawab dalam menyiapkan penegakan prokes bagi warga negara kita dengan sebaik-baiknya,” papar Bukhori dalam keterangan persnya kepada Parlementaria, Minggu (10/10/21).

- Advertisement -

Bukhori mengatakan, penegakan prokes dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi membawa konsekuensi terhadap pembengkakan biaya, salah satunya adalah munculnya komponen biaya karantina bagi calon jemaah apabila didapati ada yang tidak memenuhi standar kesehatan yang disyaratkan. Mengenai hal ini, Ia menilai, pemerintah perlu menyiapkan skema penyelenggaraan umrah yang tidak memberatkan calon jemaah dalam hal biaya.

“Selain dari segi kesehatan, intervensi pemerintah juga dibutuhkan untuk mengatasi potensi pembengkakan biaya yang harus dikeluarkan oleh jemaah, khususnya untuk kebutuhan karantina. Karena itu saya mendorong peran pemerintah memastikan penyelenggaraan umrah yang tidak memberatkan para jemaah kita,” ujarnya.

- Advertisement -

Selanjutnya, Ia mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan prosedur penegakan prokes dalam menyambut kedatangan jemaah umrah Indonesia sepulang dari Tanah Suci. Sebab, kasus pandemi global belum sepenuhnya membaik lantaran penambahan kasus di sejumlah negara masih terus terjadi.

“Maka, ketika sampai di Tanah Air, juga harus ada protokol yang jelas dan tidak merepotkan dengan tetap menyadari bahwa saat ini pandemi belum usai. Ini semata-mata demi mengantisipasi risiko terjadinya gelombang ketiga pandemi di Indonesia sekaligus memelihara keselamatan bersama,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah mengatakan Pemerintah Arab Saudi kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah bagi calon jemaah asal Indonesia. Keterangan itu ia peroleh dari nota diplomatik yang disampaikan oleh Pemerintah Arab Saudi pada 8 Oktober 2021 silam.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru