SuaraPemerintah.ID – Publik dihebohkan oleh pembentukan tim khusus berlabel Dewan Kolonel yang diisi para elit legislator loyalis Ketua DPR Puan Maharani dan Dewan Kopral yang merupakan gerakan politik pencapresan dari simpatisan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Puan dan Ganjar diketahui sebagai dua kader utama PDIP yang tengah memperebutkan nominasi capres dari partai berlogo kepala banteng moncong putih. Ganjar punya kelebihan elektabilitas, Puan memiliki keunggulan sebagai trah Bung Karno, sekaligus anak biologis Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.
Netizen, sebagaimana tercermin dari data yang dihimpun Drone Emprit, cukup gaduh mempercakapkan Dewan Kolonel versus Dewan Kopral ini. Kedua kubu saling sahut. Lebih tepatnya saling cela.
Dewan Kolonel agaknya memang mewakili kesolidan elit PDIP dalam mengusung Puan. Sementara Dewan Kopral dipersepsikan sebagai keteguhan wong cilik (warga biasa) dalam mendukung Ganjar.
Terbentuknya Dewan Kolonel yang hampir berbarengan dengan tidak diundangnya Ganjar dalam acara DPP PDIP di Semarang tak pelak dianggap sebagai sinyal menghalangi atau bahkan menyingkirkan Ganjar dari nominasi capres.
“Sudah kesekian kalinya dalam acara resmi PDI-P yang digagas Puan Maharani cs, Ganjar Pranowo tidak diundang. Padahal acara digelar di Jawa Tengah, provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo. Walau coba disingkirkan, Pak Ganjar tetap loyal pada partai dan tetap pegang amanah rakyat,” unggah salah satu akun loyalis Ganjar.
Sementara kelompok lain yang kontra PDIP menyoroti Dewan Kolonel sebagai representasi pengakuan rendahnya citra Puan. “Ada hal yang menggelitik dari Dewan Kolonel ini, yaitu untuk meningkatkan CITRA Puan Maharani. Meningkatkan citra ini berarti @PDI_Perjuangan mengakui bahwa kinerja sekaligus citranya BURUK,” cuit satu di antara akun-akun haters PDIP.
Agregasi data Drone Emprit menunjukkan, narasi Dewan Kolonel versus Dewan Kopral ini juga ramai di media pemberitaan online. Pers terdeteksi antusias mengulik dan memburu narasumber dari dua kubu terkait perselisihan dalam sekam ini.
Walhasil, frasa Dewan Kolonel lebih mendominasi pemberitaan tentang Puan dibanding Dewan Kopral untuk Ganjar. Selama periode pemantauan, kata kunci Dewan Kolonel disebut sebanyak 32 kali dalam pemberitaan tentang Puan dan keyword Dewan Kopral sebanyak 29 kali untuk Ganjar.


Kerasnya seteru pendukung Ganjar versus Puan kini sedikit-banyak diwakili oleh Dewan Kolonel (internal PDIP) versus Dewan Kopral (eksternal PDIP). Kedua faksi terpantau terus berebut panggung, demi meyakinkan publik dan pemilik keputusan pencapresan di partai-partai politik.


.webp)


















