Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Waspada! Jakarta Bakal Dilanda Hujan Lebat Hingga Awal Februari

SuaraPemerintah.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan tanda peringatan dini hujan sedang hingga lebat untuk wilayah DKI Jakarta untuk Senin (29/1) dan Selasa (30/1).

Hujan sedang hingga lebat diprediksi masih akan melanda Jakarta setidaknya hingga awal Februari mendatang akibat dari adanya fenomena atmosfer.

- Advertisement -

“Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir,” demikian peringatan BMKG.

Senada, dalam Prospek Cuaca Seminggu ke Depan periode 26–1 Februari, BMKG memasukkan Jakarta sebagai salah satu wilayah peringatan dini potensi cuaca ekstrem.

- Advertisement -

Cuaca ekstrem ini bisa berbentuk puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan lainnya, dengan dampak seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Untuk lebih lengkapnya, berikut wilayah potensi cuaca ekstrem periode 30 Januari–1 Februari:

+ Sumatra Barat
+ Jambi
+ Bengkulu
+ Sumatra Selatan
+ Kep. Bangka Belitung
+ Lampung
+ Banten
+ DKI Jakarta
+ Jawa Barat
+ Jawa Tengah
+ DI Yogyakarta
+ Jawa Timur
+ Bali
+ NTB
+ NTT
+ Kalimantan Barat
+ Kalimantan Tengah
+ Kalimantan Selatan
+ KalimantanTimur
+ Kalimantan Utara
+ Sulawesi Utara
+ Gorontalo
+ Sulawesi Tengah
+ Sulawesi Barat
+ Sulawesi Selatan
+ Sulawesi Tenggara
+ Maluku Utara
+ Maluku
+ Papua Barat
+ Papua

Apa penyebabnya?

BMKG mengungkap beberapa fenomena atmosfer jadi pemicu cuaca ekstrem ini.

Pertama, fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif pada kuadran 5 (benua maritim/daratan RI). Kondisi cukup signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia tengah dan timur.

Kedua, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial yang diprediksi aktif di Aceh, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Ketiga, gelombang atmosfer Kelvin. Fenomena ini aktif di Kalimantan bagian selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua bagian selatan.

“Faktor-faktor tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” menurut BMKG.

Keempat, Siklon Tropis Anggrek yang saat ini masih terpantau di Samudra Hindia barat daya Bengkulu.

Walau menjauhi wilayah Indonesia, siklon tropis ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitar siklon tropis, serta menginduksi peningkatan kecepatan angin di atas 25 knot (low level jet) di sekitar siklon tropis.

Kelima, Siklon Tropis Kirrily di daratan Australia bagian timur. Fenomena ini membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara.

Daerah konvergensi lain terpantau memanjang di Kalimantan Barat hingga Tengah, KalimantanSelatan, Sulawesi Selatan hingga Tenggara, Papua Barat, hingga Papua.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis, dan di sepanjang daerah low level jet/konvergensi/konfluensi,” tutup BMKG.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru