Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Airlangga Beberkan Upaya Pemerintah Menyelamatkan PT Sritex dari Krisis

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk menyelamatkan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) dari krisis keuangan, dengan fokus utama menjaga agar operasional perusahaan tetap berjalan. Airlangga menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (31/10).

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah telah bekerja sama dengan Bea Cukai untuk memastikan izin impor dan ekspor Sritex tetap berjalan, meskipun manajemen saat ini berada di bawah pengawasan kurator.

- Advertisement -

“Sekarang yang penting perusahaan ini masih tetap berjalan. Bea Cukai juga telah memberikan izin untuk impor dan ekspor, meskipun manajemen kini berada di bawah pengawasan kurator,” kata Airlangga.

Baca juga : Airlangga Kembali Ditunjuk sebagai Nakhoda Majukan Perekonomian Indonesia

Lebih lanjut, pemerintah akan memantau putusan pengadilan secara seksama. Sebagai negara hukum, menurutnya, pemerintah akan mengikuti prosedur yang berlaku. “Pengadilan telah menunjuk kurator dan pemerintah akan menunggu hasil dari kurator tersebut. Tapi dari sisi pemerintah, kami berharap perusahaan tetap berjalan,” ujarnya.

- Advertisement -

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar krisis yang dialami Sritex tidak memicu masalah sistemik di industri tekstil, yang dikenal sebagai sektor padat karya. Beberapa perusahaan tekstil lainnya yang mengalami kendala keuangan sebelumnya telah melakukan restrukturisasi sebagai upaya pemulihan.

“Jadi, tentu restrukturisasi adalah salah satu yang didorong oleh pemerintah,” tambahnya.

Di sisi lain, investasi di industri tekstil menunjukkan peningkatan, terutama di kawasan Jawa Tengah seperti Kendal, dengan orientasi yang sebagian besar ditujukan untuk ekspor.

“Dalam menghadapi persaingan global, kuncinya adalah produktivitas,” kata Airlangga lagi.

Presiden RI Prabowo Subianto telah meminta jajaran kementeriannya untuk berupaya agar tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan Sritex dan agar perusahaan tekstil itu tetap beroperasi.

Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli usai Presiden Prabowo mengadakan rapat terbatas bersama para menteri, antara lain Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, kemarin.

Presiden Prabowo, kata Menaker, menyatakan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan PHK terjadi terhadap karyawan Sritex.

Pemerintah meyakini bahwa PHK tidak akan terjadi karena opsi untuk mengajukan kasasi terhadap putusan PN Niaga Semarang akan ditempuh.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru