Selasa, Februari 3, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Wamen Fauzan Kunjungi Buton Tengah: Perkuat Sinergi Kampus, Pemda, dan Industri untuk Akselerasi Pertumbuhan Daerah

Kabupaten Buton Tengah terus bergerak menuju era baru pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemandirian ekonomi. Dengan potensi besar di sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata alam, daerah yang dikenal sebagai Negeri Seribu Gua ini kini menata diri sebagai pusat pertumbuhan baru di Kepulauan Sulawesi Tenggara.

Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan pada Selasa (12/11/2025) mempertegas komitmen pemerintah pusat dalam mendukung transformasi daerah melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri lokal.

- Advertisement -

Buton Tengah menjadi salah satu daerah yang selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait pembangunan SDM, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan produktivitas masyarakat. Pembangunan manusia dan pemberdayaan potensi daerah dijalankan secara simultan sebagai strategi mencapai kemandirian ekonomi.

Data BPS 2024 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Buton Tengah hanya 2,84%, menggambarkan daya kerja masyarakat yang kuat. Meski tingkat kemiskinan masih berada di angka 14,40%, tren pembangunan terus membaik. Partisipasi pendidikan menengah meningkat, sementara minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terus didorong melalui ekosistem pendidikan yang inklusif.

- Advertisement -

Di tingkat provinsi, Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi Sulawesi Tenggara mencapai 42,95%, mencerminkan peluang besar memperluas akses pendidikan bagi wilayah kepulauan seperti Buton Tengah.

Dalam dialog bersama Pemda dan akademisi, Wamen Fauzan menegaskan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mempercepat pencapaian Asta Cita di daerah. “Pendidikan bukan hanya tentang mencetak sarjana, tetapi tentang membangun daya saing daerah. Buton Tengah punya modal sosial dan potensi alam yang kuat dan melalui sinergi pendidikan, industri, dan pemerintah, potensi itu bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mendorong agar perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah membangun kolaborasi konkret untuk memberdayakan sektor unggulan daerah, khususnya agro-maritim dan pengolahan hasil laut.

Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si, menyambut baik kunjungan Wamen Fauzan dan menyebutnya sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah kepulauan. “Kami berkomitmen menjadikan Buton Tengah sebagai Kota Pendidikan dan Kota Santri. Kehadiran Bapak Wamendiktisaintek memperkuat tekad kami untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan berdaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) menyatakan bahwa peluang kerja sama dengan Kemdiktisaintek membuka ruang lebih luas bagi kampus untuk memperkuat pengabdian masyarakat, terutama melalui riset dan inovasi berbasis potensi lokal.

Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi di Daerah Kepulauan

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa penguatan pendidikan tinggi di wilayah kepulauan merupakan langkah strategis untuk memastikan pemerataan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Kemdiktisaintek menilai bahwa daerah kepulauan seperti Buton Tengah membutuhkan pendekatan kolaboratif agar akses pendidikan tinggi semakin terbuka, terutama melalui peran kampus dan industri dalam ekosistem inovasi daerah.

Selama kunjungan, Wamen Fauzan juga meninjau berbagai UMKM unggulan di Buton Tengah mulai dari pengolahan rumput laut, ikan teri dengan kualitas tinggi, kepiting tajungan, hingga produk pertanian olahan seperti jambu mente. Peninjauan ini merupakan bagian dari strategi Kemdiktisaintek untuk menghubungkan pendidikan vokasi dengan rantai nilai industri lokal. Mahasiswa dan dosen didorong terlibat langsung dalam meningkatkan kapasitas produksi, standardisasi mutu, hingga inovasi produk.

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah harus bertumpu pada kolaborasi antara pendidikan, riset, industri, dan pemerintah daerah. Melalui penguatan ekosistem pengetahuan dan sinergi program pemberdayaan, Buton Tengah diharapkan menjadi contoh implementasi Asta Cita di tingkat daerah.

Transformasi ini bukan hanya membangun ekonomi, tetapi menciptakan model pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan, kemandirian, dan keberpihakan kepada masyarakat, menuju Buton Tengah yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru