spot_img

BERITA UNGGULAN

Kepala BPOM Resmikan Panel Surya dan Digitalisasi PT IHI, Dorong Industri Farmasi Hijau Berdaya Saing Global

Kepala BPOM Taruna Ikrar meresmikan fasilitas panel surya dan digitalisasi di PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI), Kamis (4/6/2026). Dalam sambutannya, Taruna mengapresiasi transformasi yang telah dilakukan secara berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berdaya saing global. Fasilitas ini dinilai sukses menyelaraskan kepatuhan terhadap regulasi dengan inovasi berwawasan lingkungan.

PT IHI telah menunjukkan tata kelola berkelanjutan perusahaan yang terus dikembangkan dengan sangat baik. Pemanfaatan energi terbarukan dengan penggunaan panel surya serta penanaman pohon sejalan dengan komitmen Net Zero Emission Indonesia pada 2060. Upaya ini perlu terus digerakkan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan warisan kita bagi generasi mendatang.

Lebih lanjut, Taruna Ikrar menyebut penilaian industri modern saat ini telah mengalami pergeseran paradigma. Industri saat ini tidak hanya dinilai dari kapasitas produksinya, tetapi juga dari kemampuan menjaga mutu, keandalan mengelola data, penerapan efisiensi energi, dan pembangunan sistem yang resilien. Keberpihakan pada lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan perlindungan kesehatan masyarakat. “Penggunaan energi bersih memberikan nilai tambah dalam mendukung produksi produk kesehatan aman, bermutu, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” lanjut Taruna.

Selaras dengan target pembangunan rendah karbon pada rencana pembangunan nasional dan Sustainable Development Goals (SDGs), BPOM terus mendorong transformasi menuju industri hijau yang efisien dalam penggunaan sumber daya, rendah emisi, dan terus meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pemanfaatan energi surya dan digitalisasi di industri farmasi dinilai sangat vital untuk menjaga ketahanan energi demi kesinambungan produksi dan memperkuat integritas data secara real-time.

President Director PT IHI Teerasak Luewirat (John) menyebut sekitar 85% dari hasil produksinya diekspor ke seluruh wilayah Asia Pasifik. “Dengan kapasitas manufaktur yang signifikan, fasilitas kami menjadi bukti nyata atas posisi Indonesia yang terus berkembang sebagai pusat manufaktur global yang kompetitif,” ungkapnya.

John menambahkan, implementasi panel surya dan sistem pemantauan digital ini merupakan wujud transformasi jangka panjang. “Inisiatif panel surya yang kami resmikan hari ini menandai langkah nyata dalam mengurangi jejak karbon sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Pada saat yang sama, penerapan sistem pemantauan digital secara real-time yang telah berjalan sejak awal tahun ini memperkuat kapabilitas operasional kami,’’ lanjutnya.

Menurut John lagi, transformasi ini tak terlepas dari peran semua pihak, termasuk BPOM. Dukungan BPOM berperan penting dalam mempertahankan standar kualitas, kepatuhan, dan kepercayaan tertinggi, sekaligus memastikan ketersediaan produk kesehatan yang andal dalam memperkuat kontribusi Indonesia baik di pasar domestik maupun global.

Sejalan dengan transformasi tersebut, Presiden Direktur Kenvue (PT Johnson&Johnson Indonesia) Tenny Anggia Murni Pramono menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melampaui penyediaan produk dengan memperluas akses kesehatan dan mendorong ekosistem self-care di Indonesia. “Ke depan, kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam menghadirkan gelombang inovasi berikutnya, khususnya dalam penguatan ekosistem self-care,” ucap Anggi.

Berbagai inisiatif tengah dipersiapkan, mulai dari pengembangan solusi terapi berhenti merokok dengan bentuk sediaan yang lebih inovatif, nicotine replacement therapy dalam bentuk gum, quick mist, dan juga patch, hingga optimalisasi manufaktur lokal untuk memastikan ketersediaan produk-produk essential bagi masyarakat di Indonesia,” jelas Anggi.

Akselerasi inovasi dan transformasi industri kesehatan akan semakin optimal melalui keberlanjutan kemitraan yang erat, kepastian regulasi, serta ekosistem yang kondusif dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sinergi yang kuat antara regulasi adaptif BPOM dan komitmen investasi industri ini diharapkan mampu mempercepat perwujudan ekosistem kesehatan nasional yang modern, rendah emisi, dan berdaya saing global.

“Kami percaya melalui dialog yang konstruktif dan kolaborasi yang berkesinambungan dengan BPOM, berbagai inisiatif strategis, baik dalam menghadirkan inovasi produk, penguatan kapasitas industri dalam negeri, maupun penyederhanaan proses transformasi korporasi dapat terealisasi secara lebih efektif dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Indonesia,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPOM meninjau fasilitas produksi PT IHI yang telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk sediaan tablet dan cairan oral nonbetalaktam serta Maturitas Level 4. Setelahnya, dilanjutkan dengan penanaman pohon kayu putih oleh Kepala BPOM di area halaman PT IHI. Penanaman pohon ini menggambarkan industri farmasi sebagai bagian krusial dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim, di samping berperan penting dalam menjamin ketersediaan obat yang aman, berkhasiat, dan bermutu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru