Senin, Juni 22, 2026
Beranda Parlemen Vita Ervina Dorong Penguatan Germas untuk Tekan Stunting dan Tuberkulosis di Magelang

Vita Ervina Dorong Penguatan Germas untuk Tekan Stunting dan Tuberkulosis di Magelang

76

Upaya menekan angka stunting dan memutus penularan tuberkulosis (TB) membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak tingkat keluarga. Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menilai penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran pencegahan berbagai masalah kesehatan.

 

Pada acara sosialisasi Germas di Aula Gedung Galang Livin, Magelang, Jumat (19/6/2026) Vita menyampaikan bahwa stunting dan TB masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu ditangani bersama. Edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

 

“Edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini,” ujar Vita dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria pada Sabtu (20/6/2026).

 

Politisi PDI-Perjuangan itu mengajak masyarakat mulai menerapkan kebiasaan hidup sehat melalui langkah-langkah sederhana. Ia menjelaskan, pencegahan dapat dilakukan dengan membiasakan konsumsi makanan bergizi, rutin melakukan aktivitas fisik, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

 

“Perubahan perilaku menjadi kunci dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, Germas harus terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya memahami pentingnya kesehatan, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pencegahan penyakit,” ujar legislator Dapil Jawa Tengah IV.

 

Sosialisasi tersebut diikuti sekitar 400 peserta yang berasal dari kader Tim Penggerak PKK di lima kecamatan Kabupaten Magelang, yakni Bandongan, Tempuran, Secang, Mertoyudan, dan Dukun. Vita yang mewakili konstituen dari wilayah Purworejo, Wonosobo, Temanggung serta Kabupaten Magelang dan Kota Magelang, menilai kader PKK memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui peran kader, edukasi mengenai pola hidup sehat, pencegahan stunting, dan pengendalian TB dapat lebih mudah diterapkan di lingkungan keluarga.

 

Senada dengan Vita, Ketua Tim Kerja Organisasi Tata Laksana dan Reformasi Birokrasi Ditjen SDMK Kementerian Kesehatan Sugiarto menyampaikan bahwa Germas merupakan program strategis nasional. Menurutnya, keberhasilan pengendalian TB dan penurunan stunting sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini.

 

Dukungan juga disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang Dian Ekawati Grengseng Pamuji dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang dr. Lies Pramudiyanti. Keduanya menilai sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kader kesehatan perlu terus diperkuat karena kader memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

 

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Magelang Arief Budianto menambahkan bahwa generasi muda juga perlu mengambil peran dalam menyebarluaskan kampanye pola hidup sehat agar pesan kesehatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

 

Melalui kegiatan tersebut, para kader mendapatkan penguatan mengenai pentingnya penerapan Germas serta pencegahan stunting dan TB. Diharapkan, edukasi yang diterima dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga upaya membangun masyarakat yang sehat dan produktif dapat berjalan secara berkelanjutan.

 

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional berada pada angka 19,8 persen. Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14,2 persen pada 2029 dan 5 persen pada 2045 sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

 

Di sisi lain, TB masih menjadi tantangan kesehatan nasional dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 1 juta kasus setiap tahun. Pemerintah terus memperkuat upaya pengendalian melalui deteksi dini, termasuk Program Cek Kesehatan Gratis dengan target menjangkau 130 juta masyarakat pada 2026, serta penguatan pelacakan kontak erat, terapi pencegahan TB, dan peran masyarakat serta kader kesehatan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini