BerandaPemdaGua Mengkuris, Warisan Geologi dan Seni Cadas Berusia Puluhan Ribu Tahun

Gua Mengkuris, Warisan Geologi dan Seni Cadas Berusia Puluhan Ribu Tahun

Tim Penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat mengunjungi Gua Mengkuris di Desa Batu Lepoq Kecamatan Karangan Kabupaten Kutai Timur, Rabu (8/7/2026), untuk menilai pengelolaan warisan geologi dan budaya yang menjadi salah satu geosite unggulan kawasan tersebut.

Kedatangan tim disambut prosesi adat tepung tawar sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa keselamatan sebelum memasuki kawasan gua.

- Advertisement -

Ketua Pokdarwis Desa Batu Lepoq, Pak Minggu menjelaskan, pengelolaan wisata dilakukan secara ketat demi menjaga kelestarian gua. Jumlah pengunjung dibatasi maksimal lima orang per rombongan dan wajib didampingi pemandu. Saat cuaca hujan, akses menuju gua ditutup demi keselamatan pengunjung.

Sejak menjaga kawasan itu pada 1981, Minggu mengaku memiliki tanggung jawab besar merawat peninggalan berharga di dalam gua.

“Cap-cap telapak tangan di dalam gua ini tidak akan berubah. Tugas kita adalah menjaga dan melestarikannya agar tetap bisa dinikmati generasi mendatang,” ujarnya.

Selain menyimpan lukisan cadas dan cap telapak tangan manusia purba yang diperkirakan berusia 40.000–52.000 tahun, Gua Mengkuris juga terbentuk pada batu gamping berumur 16–28 juta tahun. Menjadi salah satu bukti penting perkembangan seni cadas Paleolitik di Asia Tenggara serta jejak kehidupan manusia prasejarah di kawasan Sangkulirang-Mangkalihat.

Kombinasi nilai geologi, arkeologi, dan budaya tersebut menjadikan situs ini sebagai salah satu aset penting Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Melalui kunjungan lapangan ini, tim penilai meninjau langsung upaya pelestarian kawasan sekaligus peran aktif masyarakat dalam menjaga warisan alam dan budaya agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM